Kamis, 31 Oktober 2019

khutbah Jum'at Hari ini

KHUTBAH PERTAMA – KHUTBAH JUMAT TENTANG MENGHADAPI COBAAN DAN UJIAN HIDUP DENGAN KETAATAN KEPADA ALLAH

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ


Ummatal Islam,

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hidup di dunia sebelum akhirat untuk menguji siapa yang bersungguh-sungguh melangkahkan kakinya menuju surgaNya dan siapa yang tidak bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah menjadikan dunia penuh dengan ujian karena dengan ujian itu Allah ingin pilah dan pilih siapa orang-orang yang berhak masuk ke dalam surgaNya dan siapa yang ia akan dimasukkan ke dalam api neraka. Allah Ta’ala berfirman:

الم ﴿١﴾ أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾

Alif laam miim.. Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata: “Kami beriman”, sementara ia tidak diuji?” (QS. Al-Ankabut[29]: 2)

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّـهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ﴿٣﴾

Sungguh Allah telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka dengan ujian itu Allah mengetahui siapa yang jujur imannya dan siapa yang dusta keimanannya.” (QS. Al-Ankabut[29]: 3)

Maka Allah pun berikan terus ujian demi ujian untuk kehidupan manusia. Terutama untuk orang-orang yang beriman. Karena dengan ujian itulah akan tersaring mana emas dan mana bukan. Dengan ujian itulah akan tersaring siapa yang benar-benar sabar menghadapi ujian dan siapa yang tidak sabar. Allah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ

Sungguh Kami akan uji kalian dengan sedikit rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 155)

Dan khithab ini ditujukan kepada kita semua kaum mukminin. Bahwa orang-orang yang beriman pasti dan pasti diuji. Lalu Allah berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾

Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2]: 155)

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ

Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah.” mereka berkata:

إِنَّا لِلَّـهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un (kami milik Allah dan kami akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.)” (QS. Al-Baqarah[2]: 156)

Maka ya ummatal Islam,

Setiap kita harus sadar bahwa kita hidup di dunia tidak akan selamanya. Pastilah setiap orang yang menyatakan “Saya beriman”, Allah akan berikan ujian. Ujian itu dengan perintah-perintahNya, ujian itu dengan larangan-laranganNya, ujian itu dengan kesusahan yang menimpanya atau bahkan terkadang dengan kesenangan. Karena kesenangan pun hakikatnya adalah ujian. Allah berfirman:

وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً

Dan Kami akan uji kalian dengan kesulitan dan kesenangan sebagai fitnah untuk kalian.” (QS. Al-Anbiya[21]: 35)

Ummatal Islam,

Seorang hamba yang sadar dan menggunakan akal pikirannya, maka ketika ia menggunakan akal pikirannya tentang hakikat tujuan hidupnya, maka ia akan berusaha menguatkan dirinya untuk sabar menghadapi perintah-perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Ketika seorang hamba sadar bahwasanya dunia ini hanyalah ujian belaka, ia hidup di dunia tak akan lama, maka ia berusaha sekuat tenaga untuk ia bisa meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan kepadaNya.

Berbeda dengan orang yang tidak menggunakan akal pikirannya untuk memahami hakikat tentang kehidupan dunia. Dia hanya terbuahi dengan kesenangannya, dia terbuai dengan syahwatnya, sehingga akhirnya ia mengikuti syahwatnya, ia mengikuti maksiat kepada Allah, dia tidak peduli apakah Allah akan ridha kepadanya atau tidak, ia lemah dihadapan maksiat, ia tidak punya kekuatan untuk melawan hawa nafsunya, maka orang seperti ini kita katakan celaka untuknya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam riwayat Muslim dalam shahihnya:

أَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ

“Penduduk api neraka itu lima” Yang pertama:

الضَّعِيفُ الَّذِي لَا زَبْرَ لَهُ

“Orang yang lemah, yang tidak mempunyai akal yang bisa menahan ia dari maksiatnya.” (HR. Muslim)

Kata para ulama artinya ia tidak menggunakan akal pikirannya untuk mengetahui tentang buruknya maksiat, untuk menyadari bahwasannya maksiat itu akan menjerumuskan ia ke dalam api neraka, untuk memahami dan menyadari bahwasanya maksiat itu hanya akan menimbulkan kesialan dalam hidupnya. Namun akalnya ia tidak gunakan, ia lebih terkalahkan oleh syahwatnya. Maka Rasulullah mengatakan bahwa dia penduduk api neraka.

Maka saudaraku..

Kewajiban kita adalah untuk senantiasa sadar dan terus menyadari tentang mengapa Allah memberikan kepada kita perintah dan larangan. Karena semuanya itu untuk kemaslahatan kita di dunia ini. Tidak mungkin manusia dibiarkan oleh Allah seperti binatang ternak yang hidupnya hanya bersenang-senang dan mengikuti syahwat, tidak mungkin Allah samakan mereka dengan itu.Oleh karena itulah Allah jadikan Nabi Adam ‘Alaihish Shalatu was Salam lebih tinggi derajatnya daripada malaikat. Karena Allah istimewakan dengan ilmu tentang Allah, ilmu yang bisa membimbing kepada kebahagiaan ia di dunia dan akhiratnya.

Ummatal Islam,

Maka berbahagialah Anda ketika Anda berhasil berusaha untuk mengikuti wahyu dan berusaha untuk mengalahkan syahwat dan hawa nafsu. Kemudian kita berusaha untuk tunduk kepada Allah. Anda yakin seyakin yakinnya bahwasannya apabila kita mengikuti Allah, Allah pasti tidak akan sia-siakan kita.

Memang saudaraku, mengikuti Allah dan RasulNya terasa berat. Karena banyak sekali tantangan-tantangan yang harus kita hadapi. Tantangan itu terkadang dari diri kita sendiri berupa syahwat dan hawa nafsu, tantangan itu terkadang dari keluarga kita dan lingkungan kita. Tapi ketika kita yakin bahwasanya akhirat itu benar-benar ada dan bahwasanya surga dan neraka itu benar-benar ada, di situlah kekuatan itu akan ada di hati kita, kita tidak peduli lagi dengan cercaan manusia, yang penting Allah ridha kepadanya.

Maka inilah saudaraku..

Merupakan motto dan cita-cita seorang mukmin yang ia tahu dan yakin bahwa ia akan kembali kepada Allah.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

Selasa, 29 Oktober 2019

KETIKA RIZKI MU HABIS

KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA

(Rugi kalau tidak baca sampe selesai)

Jangan perdulikan jasadmu yang akan busuk & hancur!! ... 
Kaum muslimin akan melaksanakan kewajiban mereka:

1. Memandikan mu
2. Mengkafani mu
3. Menyolati mu
4. MENGUBURKAN MU

Yakinlah!!!
* bahwa:
Dunia tidak sedih karena KEMATIAN mu

~Alam semesta tidak berduka atas kepergian mu.!
~Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahan mu.!!
~Perekonomian akan terus berputar.!
~Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!
Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris.!
Sementara ​Anda yang akan di HISAB atas segala sesuatu hingga perkara yang besar sampai dengan hal yang paling kecil.!!

Yang pertama lepas dari mu adalah nama mu..
Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : ​​Dimana MAYATnya ?​​ Mereka tidak lagi memanggil mu dengan namamu.. Namamu tinggal kenangan belaka.

Ketika mereka akan mensholati, mereka bilang : ​​Bawa sini JENAZAHnya.!!!​​ Mereka tidak lagi menyebutkan namamu.. Betapa cepat namamu hilang berlalu....​

Ketika mereka akan menguburkan mu, mereka berkata: ​Dekatkan MAYITnya.!!​ tanpa menyebutkan namamu..

*Karena itu... 
Janganlah tertipu oleh kehormatan, status sosial dan kelebihan kelompokmu..!!
Jangan terperdaya oleh kedudukan, jabatan dan nasab keturunanmu...!!

​Alangkah sepelenya dunia ini... dan betapa besar apa yang akan kita hadapi...​

Kesedihan orang atas kepergian mu ada 3 :

1.Orang yang mengenal mu sepintas akan mengatakan: ​​Kasihan...!!​​

2.Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka kembali pada rutinitas dan canda tawa mereka..

3.Kesedihan mendalam di rumah...Keluargamu akan bersedih sepekan... satu-dua bulan atau hingga satu tahun... Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan...

Demikianlah...
Kisah mu di antara manusia telah berakhir...

Anda hanya tinggal ​ALBUM KENANGAN​.

Kisah mu yang sebenarnya baru dimulai... bersama sesuatu yang nyata, yaitu: ​Alam Akhirat​

Telah lepas darimu:
1.Ketampanan/Kecantikan
2.Harta, Rumah
3.Kedudukan/Jabatan
4.Anak
5.Istri/Suami

​Kehidupan mu yang sesungguhnya baru dimulai​

Pertanyaannya sekarang adalah :

​Apa yang telah Anda siapkan untuk kubur dan akhirat mu.????? Ini adalah KENYATAAN yang akan terjadi dan perlu direnungkan.!!​

​Check ibadahmu... yang wajib dan yang sunnah​..
​Check Amal sholeh dan Sedekah​ mu..
​Check perilaku dan tingkah laku mu..

​Semoga kita semua menyiapkan bekal utk kehidupan yg kekal.. Dan Selamat di Akhirat..

Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar postingan ini... ​In Sya Allah...​ Anda akan dapatkan buah dari peringatan Anda ini dalam timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.

Allah berfirman :

(وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين) 

"Dan berilah peringatan! karena peringatan itu bermanfaat bagi orang2 beriman"

Kenapa Mayit memilih: ​"Sedekah"​ jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah:

👈 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب: ‼فأصدق‼
​"Ya Allah! jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah"​
Mereka tidak mengatakan:
👉Niscaya Aku akan Haji/Umroh..
👉Niscaya Aku akan Shalat..
👉Niscaya Aku akan Puasa..

Para Ulama menjelaskan : "Mayit hanya mengatakan Sedekah, karena dia melihat dampak sedekah yang sangat besar setelah kematian"

Maka ​perbanyaklah sedekah​
untuk saat ini bersedekahlah dengan mengirim/menyebarkan postingan ini pada teman/saudara ​dengan niat karena Allah, Aamiin Yaa Robbal 'aalamiin.
YD1JNI Yachya Yusliha

Minggu, 27 Oktober 2019

kehebatan silaturahmi

3 Manfaat Silaturahmi yang Wajib Diketahui Setiap Muslim



3 Manfaat Silaturahmi yang Wajib Diketahui Setiap Muslim


Menjalin hubungan baik dengan sesama manusia merupakan salah satu tanda ketakwaan seorang hamba kepada Tuhan-Nya. Allah bahkan menjanjikan keberkahan hidup bagi hamba-Nya yang selalu menjaga tali silaturahmi dengan sesamanya, khususnya dengan orang tua dan kerabat. Keberkahan hidup yang dilimpahkan Allah tidak hanya dalam hal rezeki, namun juga keberkahan dalam usia dan hubungan baik yang penuh kasih dengan para kerabat dan anggota keluarga. Di samping itu, tentunya masih banyak hikmah dan manfaat silaturahmi yang dapat kita petik. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut.

 

Silaturahmi Mampu Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt.

Menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu bentuk kecintaan dan ketakwaan seorang hamba. Hal tersebut dibuktikan dengan sabda Rasulullah: “Allah ‘azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga hak-Nya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus darinya.” (Hadis Riwayat Ahmad).

Dari hadis tersebut jelas bahwa Allah Swt. memerintahkan setiap hamba-Nya agar selalu menjaga keutuhan antar sesamanya. Allah juga menjanjikan pahala bagi siapa saja yang mampu menjaganya dan Dia juga tidak segan memberikan peringatan bagi mereka yang memutus keutuhan tali silaturahmi.

Silaturahmi sebagai tanda keimanan juga diungkapkan melalui sabda Rasulullah: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (Hadis Riwayat Abu Hurairah)

 

Silaturahmi Mampu Memperluas Rezeki Seseorang

Silaturahmi mempermudah kita untuk membantu kerabat atau anggota keluarga jika suatu saat ada salah satu dari mereka yang membutuhkan bantuan. Membantu keluarga yang sedang kesulitan dapat kita anggap sebagai sedekah. Allah Swt. pun menjanjikan kemudahan dan pahala bagi siapa saja yang mampu memperpanjang tali silaturahmi dan memudahkan urusan saudaranya. Janji Allah tersebut tertuang dalam sabda r yang diriwayatkan Abu Hurairah: “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya  dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung tali silaturahmi.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Selain itu, setiap muslim yang membantu urusan keluarganya tidak hanya mendapatkan pahala sedekah, namun Allah pun akan melimpahkan pahala silaturahmi kepadanya. Bahkan, bersedekah kepada anggota keluarga lebih diutamakan dibanding bersedekah untuk fakir miskin, sebagaimana diungkapkan dalam sabda Rasulullah: “Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (Hadis Riwayat Tirmidzi)

 

Silaturahmi Dapat Menjadi Kunci Masuk Surga

Allah Swt. menjanjikan pahala dan keberkahan bagi setiap hamba-Nya yang senantiasa menjaga tali silaturahmi. Janji Allah tersebut salah satunya adalah mendekatkan surga kepada hamba-Nya yang mampu menjaga silaturahmi dengan sesamanya, sebagaimana tertuang dalam hadis berikut:

“Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Balasan bagi siapa saja yang mampu menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba adalah ia didekatkan kepada surga dan dijauhkan dari panasnya api neraka.

Silaturahmi tidak hanya memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi pelakunya. Para kerabat dan keluarga yang dikunjungi pun tidak luput dari rasa bahagia ketika mendapati bahwa keluarganya masih peduli dan memegang teguh rasa persaudaraan. Sudah seharusnya kita sebagai seorang muslim wajib menjalankan perintah Allah untuk selalu menjaga dan memperpanjang tali silaturahmi dengan sesama. Selain dapat merasakan manfaat silaturahmi yang akan menambah amal baik dan pahala, kita juga dapat meringankan beban anggota keluarga dengan bersedekah.

YD1JNI


Sabtu, 26 Oktober 2019

Do'a agar di cintai banyak orang

Berikut amalan wirid dan doa agar memakan banyak orang

Amalan wirid dan doa agar lebih banyak orang ini merupakan usaha batin yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan energi pengasihan dalam diri Anda dan meningkatkan kebutuhan agar lebih mudah simpati dan tertarik pada pesona Anda.

Berikut adalah doa doa dan doa yang bisa Anda lakukan:

“Bismillahirohmanirrohiim. Walau anna qur-aanan suyyirot bihil jibalu, au quththi'at bihil ardhu, au kullima bihil mautaa, bal lillahil amru jamii'an ”

Cara untuk mengamalkannya:

  • Lakukan sholat hajat dan tahajud terlebih dahulu masing-masing 4 rekaat, lalu baca doa tersebut sebanyak 7 kali,
  • Kemudian lanjutkan dengan mengamalkan wirid dan doa agar banyak orang mengikuti masing-masing 33 kali:
  1. Yaa Rohman Yaa Rohiim
  2. Yaa Hamidu
  3. Yaa Wadudu
  4. Yaa Hayyu Yaa Qoyum
  • Lalu tiupkan pada kedua telapak tangan dan usapkan ke wajah dan seluruh tubuh Anda.

Lalu kamu juga bisa melengkapi wirid ini dengan amalan wirid berikut:

  • Yaa Lathif (129 kali)
  • Allahu lathifu bi'ibadihi yarzuqu may yasyaa-u wa huwal 'azizi (9 kali)
  • Yaa Wahaab (100 kali)
  • Yahaadi, Yaa 'Alim, Yaa Khobir, Yaa Mubiin (41 kali)

Setelah Anda melakukan usaha batin ini, Anda juga harus mengimbangi dengan usaha lahir (nyata) agar orang banyak yang melakukan beberapa hal berikut.

Usaha lahir (nyata) agar banyak orang

Usaha batin saja tidak cukup membantu Anda dan disayangi banyak orang jika tidak Anda imbangi dengan usaha lahir (nyata). Percuma saja kamu melakukan usaha batin tetapi kamu hanya berdiam diri dan melakukan sosialisasi kamu.

Berikut ini adalah usaha lahir yang dapat dilakukan agar bisa digunakan banyak orang:

  • Bersikaplah ramah dan menyenangkan,
  • Memilih penampilan Anda,
  • Jadilah wanita yang percaya diri,
  • Bersosialisasilah dengan banyak orang,
  • Hargai setiap orang dan diambillah rendah hati,

Demikianlah usaha lahir dan batin yang dapat dilakukan agar disiarkan dan disayangi banyak orang. 

YD1JNI


Jumat, 25 Oktober 2019

Do'a ketika menghadapi bencana

Seperti biasa, setiap terjadi guncangan akibat gempa bumi, banyak orang khawatir atau lebih khawatir akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Lalu bagaimana cara mengatasi rasa takut dan mendesak itu? Salah satunya, selain dengan menunaikan Shalat ayat, bisa juga dilakukan dengan membaca doa khusus yang terjadi gempa.

Seperti apa redaksinya? Berikut doa tersebut selengkapnya.

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ ، ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ ﺷَﺮِّﻫَﺎ ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ ﺑِﻪِ

Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a'ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi

Artinya: “Ya Allah, sungguh-sungguh aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan manfaat atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku meminta tolong pada Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi di atas, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan. ”

Namun demikian, membaca doa ini tidak hanya dapat dilakukan pada saat gempa saja, tetapi juga dibaca saat-saat kompilasi terjadi saat gempa bumi yang diperlukan untuk menyelamatkan keselamatan jiwa. 

yd1jni@gmail.com 

Kamis, 24 Oktober 2019

keagungan Al-Qur'an

Wahai hamba Allah, ingatlah nikmat Al-Qur’anul karim yang Allah jadikan rahmat bagi semesta alam, memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus, dan memberi kabar gembira dengan segala kebaikan serta mengingatkan dari segala kejelekan, Allah ta’ala berfirman :

{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

} يونس: ٥٧

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Allah juga berfirman :

{ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ} الأنبياء: ١٠٧

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Dan apabila seorang muslim mengetahui agungnya Al-Qur’an ini, dan mengetahui keutamaan-keutamaannya, yang tidak diketahui semuanya kecuali oleh yang menurunkannya, maka akan semakin besar perhatiannya terhadap Al-Kitab yang mulia ini, dan akan lebih antusias terhadap dzikrul hakim ini ; maka ia akan mencurahkan usahanya, dan ,menghabiskan tenaga dan kemampuannya untuk mempelajari dan mengajarkan, serta mentadabburi dan mengamalkan Al-Quran sesuai dengan kadar taufik dan pertolongan dari Allah, dan betapapun seorang muslim telah berusaha menunaikan hak-hak Al-Qur’an atasnya, dan telah berusaha menepati rasa syukur atas nikmat Kitabullah azza wa jalla, juga telah berusaha menunaikan hak-hak Kitabullah secara sempurna, tetap saja dia adalah seorang yang lalai dan lemah, akan tetapi Allah tabaraka wa ta’ala tetap akan merahmati, dan memberi karunia, serta menerima yang sedikit dan memberi balasan yang banyak.

Wahai seorang muslim, apakah engkau tahu agungnya Al-Qur’anul karim dan kedudukannya di hatimu, dan apakah engkau betul-betul faham hakikat keutamaan-keutamaannya serta luasnya kebaikannya serta keberkahan dan manfaatnya? Engkau tidak akan tahu wahai seorang muslim hakikat agungnya Al-Qur’an dan kedudukannya di hatimu, kecuali jika engkau mengetahui pengagungan Allah Azza wa Jalla terhadap kitab-Nya dan pujian-Nya terhadap kalam-Nya, serta tingginya tempatnya di sisi robb yang agung dan mulia subhanahu, juga jika engkau mengetahui agungnya kedudukan Al-Quran di sisi para malaikat yang mulia, juga jika engkau mengetahui keutamaannya di sisi para Nabi  dan umat-umat mereka, dan di sisi ahli kitab, dan di sisi para manusia dan jin dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya rabb yang mulia telah mengagungkan Al-Qur’anul karim dan telah mengangkat kedudukannya sebagaimana haknya dari pujian dengan sifat-sifat yang indah, dan Allah banyak menyebut kitab yang mulia ini dengan penyebutan yang menjadikannya berada pada posisi yang paling mulia, dengan sifat-sifat yang paling baik dan paling tinggi, agar para manusia mengetahui agungnya Al-Quranul karim, dan juga agar mereka mengetahui besarnya nikmat kalamullah atas hamba-hambanya, karena nikmat yang paling agung adalah nikmat iman dan Al-Qur’an, dan keutamaan kalamullah di atas semua perkataan seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya, Allah menyifati Al-Qur’an dengan sifat Al-Haq, Allah ta’ala berfirman :

{ أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ } السجدة: ٣

Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu.

Dan Al-Haq artinya : yang tetap dan tidak berubah, dan tidak dapat dibatalkan oleh sesuatu apapun, dan tidak akan ada padanya kekurangan, serta tidak akan dicampuri oleh kebatilan, Allah berfirman :

{ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ (41) لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ } فصلت: ٤١ – ٤٢

dan sesungguhnya Al Qur’an itu adalah kitab yang mulia.Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Allah juga berfirman ketika mensifati al-Qur’an :

{ كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ }هود: ١

(inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.

Allah juga berfirman :

{ وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَى عِلْمٍ } الأعراف: ٥٢

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami.

Allah juga berfirman :

{ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ } لقمان: ٢

Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah.

Allah juga berfirman :

{ بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ }البروج: ٢١

Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia.

Allah juga berfirman :

{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ} يونس: ٥٧

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Allah juga berfirman :

{ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنْزَلْنَا} التغابن: ٨

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur’an) yang telah Kami turunkan.

Allah juga berfirman :

{وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ} الأنعام: ٩٢

Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi.

Allah juga berfirman :

{وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ} الزخرف: ٤

Dan sesungguhnya Al Qur’an itu dalam induk Al Kitab (Lauh mahfudz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

Dan Allah telah merincikan dalam Al-Qur’an segala sesuatu, Allah berfirman :

{وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ} النحل: ٨٩

Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Dan Allah telah menjaganya dari tambahan dan pengurangan, Allah ta’ala berfirman :

{إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ} الحجر: ٩

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.

Dan banyaknya nama-nama Al-Qur’an serta sifat-sifatnya yang agung menunjukkan akan banyaknya makna-makna yang mulia padanya, dan apa yang yang telah kami sebutkan hanya sedikit dari yang banyak.

Dan para malaikat yang mulia senantiasa mengagungkan Al-Qur’an karena mereka mengetahui keutamaan-keutamaannya, Allah ta’ala berfirman :

{لَكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا} النساء: ١٦٦

(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Qur’an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

Allah juga berfirman tentang Al-Qur’an ini :

{فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ (13) مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14) بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (15) كِرَامٍ بَرَرَةٍ} عبس: ١٣ – ١٦

di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti.

Berkata para ahli tafsir : mereka adalah para malaikat, dan dari aisyah radhiyallahu ‘anha dari Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam ia bersabda : yang membaca al-Qur’an dan ia pandai membacanya, mak ia bersama para malaikat mulia lagi berbakti (HR.Bukhari dan Muslim).

Adapun pengagungan Al-Qur’an disisi para Nabi ‘alaihimusshalatu wassalam, dan pada umat-umat mereka yang beriman, maka Allah telah berfirman tentang hal itu :

{وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ} الشعراء: ١٩٦

Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.

Berkata Ibnu katsir rahimahullah dalam tafsirnya : dan sesungguhnya penyebutan Al-Qur’an ini dan isyarat tentangnya sungguh ada pada kitab-kitab orang-orang terdahulu, yang diriwayatkan dari para Nabi mereka yang mereka telah memberi kabar gembira tentangnya pada zaman dahulu dan sekarang, sebagaimana Allah telah mengambil perjanjian tentang hal itu.

Allah berfirman :

{ قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ} الأحقاف: ١٠

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israel mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri.

Dan Allah juga berfirman :

{قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا (107) وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا (108) وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا (109)} الإسراء: ١٠٧ – ١٠٩

Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.

Dan Allah juga berfirman tentang pendeta-pendeta dan rahib-rahib yang mereka tunduk kepada kebenaran :

{وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ} المائدة: ٨٣

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad saw.)

Dan ketika para jin mendengarkan Al-Qur’an ini, mereka beriman dengannya, serta mereka mengagungkannya, dan mereka mengajak selain mereka kepadanya, allah ta’ala berfirman :

{فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ (29) قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ} الأحقاف: ٢٩ – ٣٠

maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan, Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.



YD1JNI Ujungberung Bandung

ke Agungan malam Jum'at


Keutamaan Malam dan Hari Jum'at

 Hari Jumat adalah hari yang memiliki arti yang sangat istimewa bagi ummat Islam karena merupakan hari raya bagi mereka. Sangat banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan hari Jumat dibandingkan dengan hari-hari yang lain.

 Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata:" Hari Jumat adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. 

Waktu mustajab pada hari Jumat seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan".

Apa sajakah keutamaan hari Jum'at?
* Hari Jum'at adalah hari terbaik dibandingkan hari-hari yang lain

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : » خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ
آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ « رواه مسلم

 Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:" Hari terbaik di mana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. 

Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat".

* Di dalamnya terdapat waktu mustajab untuk berdoa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا
يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

   Abu Hurairah berkata Rasulullah saw pernah bersabda:" Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. 

Rasululllah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu" (H.R  Muttafaqun Alaih)

 Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu mustajab tersebut,akan tetapi Imam Ibnu Qayyim Al Jauziah mengatakan:" Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat jum'at. 

Kedua, sesudah Ashar hingga terbenamnya matahari, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi.

  Imam Muhammad Al-Baqir berkata: "Allah swt memerintahkan kepada Malaikat agar pada setiap malam Jum'at ia menyeru dari bawah Arasy dari awal malam hingga akhir malam: 

Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa kepada-Ku untuk keperluan akhirat dan dunianya sebelum terbit fajar kecuali Aku mengijabahnya, tidak ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku dari dosa-dosanya sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya, tidak ada seorang pun mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon kepada-Ku tambahan rizkinya sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah dan meluaskan rizkinya, tidak ada seorang pun hamba mukmin yang sedang sakit lalu ia memohon kepada-Ku untuk kesembuhannya sebelum terbit fajar kecuali Aku memberikan kesembuhan, tidak ada seorang hamba mukmin yang sedang kesulitan dan menderita lalu ia memohon kepada-Ku agar dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menghilangkannya dan menunjukkan jalannya, tidak ada seorang pun hamba yang sedang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil kezalimannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil kezalimannya; Malaikat terus-menerus berseru hingga terbit fajar."

* Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

Imam Ibnu Qayyim berkata:" Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya".

Sedangkan hadits dari Sahabat Kaab menjelaskan:" Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

* Pada har tersebut Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

*Merupakan hari raya yang berulang setiap pekan

. عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ
لِلْمُسْلِمِينَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ منه و عليكم بالسواك

 Sahabat Ibnu Abbas berkata : Rasulullah saw bersabda: "Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jumat hendaklah mandi terlebih dahulu, jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah” (HR. Ibnu Majah dan haditsnya dinyatakan hasan oleh Al Albani) "

* Merupakan hari dihapuskannya dosa-dosa
   Sahabat Salman Al Farisi berkata : 

Rasulullah saw bersabda:" Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci   sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat". (HR. Bukhari).

* Orang yang berjalan untuk shalat Jumat akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan
 pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

  Rasulullah saw telah bersabda:" Siapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah''. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

* Wafat pada malam hari Jumat atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
« مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ » (رواه الترمذي وأحمد)

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah y bersabda: Setiap muslim yang mati pada siang hari Jumat atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

*Hari Kiamat terjadi pada hari Jumat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : » خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ
آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ « رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat; padanya Adam diciptakan, dimasukkan ke surga dan juga dikeluarkan darinya serta kiamat tidak terjadi melainkan pada hari Jumat” (HR. Muslim)

 Demikanlah diantara keutamaan hari dan malam jum'at,selain itu ada beberapa amalan yang sunnah untuk dilaksanakan pada waktu tersebut.Diantaranya adalah:

1. Membaca surat As Sajadah di rakaat pertama dan Al Insan di rakaat kedua pada saat sholat shubuh

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِـ”ألم
تَنْزِيلُ” فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى وَفِي الثَّانِيَةِ “هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا”

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam membaca pada shalat shubuh di hari Jumat Alif Laam Miim Tanzil (surat As Sajdah) di rakaat pertama dan Hal Ataa ‘alal Insan Hiinun Min Ad Dahr Lam Yakun Syaian Madzkuura (surat Al Insan) (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Memperbanyak shalawat kepada Nabi

عنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : » إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ
آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ
قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى
الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ (رواه أبو داود والنسائي وابن ماجه وأحمد)

Dari Aus bin Aus radhiyallohu anhu berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang afdhal bagi kalian adalah hari Jumat; pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari tu juga sangkakala (pertanda kiamat) ditiup dan padanya juga mereka dibangkitkan, karena itu perbanyaklah bershalawat kepadaku karena shalawat kalian akan ditunjukkankan kepadaku” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat yang kami ucapkan untukmu bisa ditunjukkankan padamu sedangkan jasadmu telah hancur ?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagi tanah untuk memakan jasad para nabi” (HR. Abu Daud, Nasaai, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sanad yang shohih)
Rasulullah saw bersabda : “Perbanyaklak membacakan sholawat untukku pada hari Jum’at, karena sholawat dari umatku itu akan dipersembahkan kepadaku pada setiap hari Jum’at.

 Barangsiapa yang paling banyak persembahan sholawatnya, maka ia adalah orang yang lebih dekat kedudukannya di sisiku.”

Rasulullah saw bersabda :
“Perbanyaklah membacakan sholawat untukku pada hari dan malam Jum’at. 

Barangsiapa melaksanakannya, maka aku akan menjadi saksi dan penolong (syafi’) nya pada hari kiamat.”

Rasulullah saw bersabda :

“Perbanyaklah membacakan sholawat untuk nabimu semua pada malam yang penuh pesona dan hari yang berbunga-bunga (hari dan malam Jum’at).”
Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa membacakan sholawat untukku seratus kali pada hari Jum’at, maka kesalahan-kesalahannya selama delapan puluh tahun akan diampuni.”
Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa membacakan sholawat untukku seribu kali pada hari Jum’at, maka ia tidak akan mati sebelum melihat surga, tempat tinggalnya.”

Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa membacakan sholawat untukku pada hari Jum’at, maka sholawat itu akan menjadi syafa’at baginya besok di hari kiamat.”

Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik ra berkata : ketika saya berdiri di hadapan Rasulullah saw, baliau bersabda :

“Barangsiapa membacakan sholawat untukku delapan puluh kali pada hari Jum’at, maka dosa-dosanya selama delapan puluh tahun akan diampuni.” 

Rasulullah saw kemudian ditanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya membaca sholawat untukmu?” Jawab Rasulullah : 

“Bacalah : “Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin ‘abdika wa nabiyyika wa rasulika an-nabiyyil ummiyyi.” Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad seorang hamba, nabi dan utusan-Mu yang ummi.”

Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa bershalat ‘Ashar pada hari Jum’at kemudian sebelum berdiri meninggalkan shalatnya membaca : 

“Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim tasliimaan katsiira.” Artinya :

 Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Muhammad seorang nabi yang ummi dan untuk keluarga serta para sahabatnya, dan damaikanlah dengan kedamaian yang sesungguhnya,” delapan puluh kali, maka dosa-dosanya selama delapan puluh tahun akan diampuni dan dituliskan pahala ibadah selama delapan puluh tahun untuknya.”

Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya di sisi Allah SWT ada malaikat-malaikat yang diciptakan dari cahaya. 

Mereka tidak akan turun kecuali hanya pada malam dan hari Jum’at. 

Tangan-tangan mereka memegang pena yang terbuat dari emas dan lembaran-lembaran kertas yang terbuat dari cahaya. Mereka tidak menulis kecuali shalawat untuk Nabi saw.”

Al-Hafidz as-Sakhawi berkata, Imam asy-Syafi’I ra berkata : “Saya suka memperbanyak bacaan shalawat untuk Nabi saw, terutama pada malam dan hari Jum’at.”

Ibnu Hajar dalam kitabnya, ad-Durr al-Mandhud mengutip perkataan salah seorang ulama, bahwa menyibukan diri dengan membaca shalawat untuk Nabi saw pada hari dan malam Jum’at lebih besar pahalanya daripada menyibukan diri dengan membaca al-Qur’an kecuali surat al-Kahfi, karena adanya nash hadis yang menganjurkan untuk membacanya pada hari dan malam Jum’at.

Dalam kitab al-Mawahib al-Ladunniyyah, al-‘Allamah al-Qishthilani menyatakan : 

“Jika anda bertanya, apakah hikmah di balik pengistimewaan memperbanyak bacaan shalawat untuk Nabi saw pada hari dan malam Jum’at, maka Ibn al-Qayyim memberikan jawaban : Karena Nabi saw adalah tuan (sayyid) bagi sekalian manusia dan hari Jum’at adalah tuan (sayyid) bagi hari-hari yang lain.

Shalawat memiliki beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh amal yang lain. Hal ini karena setiap kebaikan yang diperoleh umatnya di dunia dan akhirat hanya akan dicapai melalui nama beliau saw, maka Allah SWT menyatukan kebaikan dunia dan akhirat bagi umatnya, sementara kemuliaan (karomah) yang teragung dianugerahkan mereka pada hari Jum’at, karena pada hari itulah Allah SWT memasukan mereka pada tempat-tempat tinggal dan istana-istana mereka di surga.

Marilah kita semua menjadikan shalawat sebagai wirid disamping membaca al-Qur’an yang harus kita baca setiap hari.
Ada sunah yang dianjurkan pada hari Jumat.

 Sayyid Sabiq dalam bukunya, Rqih Sunnah mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim. Abu Dawud. dan Nasai. Rasulullah menyatakan, hari yang paling utama adalah Jumat. Pada hari itu. Adam diciptakan. Pada hari tersebut ia juga dicabut rohnya.

Pada Jumat, ujar Rasul, sangkalala ditiup dan semua manusia dimatikan. Karena itu, perbanyaklah shalawat atasku dan bacaanmu itu akan disampaikan kepadaku." ujar beliau.

 Lalu, para sahabat bertanya bagaimana shalawat tersebut sampai kepada beliau padahal saat itu pasti jasadnya telah hancur luluh.

"Sesungguhnya, Allah telah melarang bumi untuk memakan jasad para nabi," demikian sabda Nabi Muhammad SAW menjawab pertanyaan sahabat-saha-batnya itu. 

Ibnu Qayyim menyatakan, memperbanyak bacaan shalawat atas Nabi Muhammad pada hari dan malam Jumat disunahkan.
Ia memperteguh pendapatnya ini dengan menyatakan bahwa Rasulullah menyatakan hal itu. "Perbanyaklah membaca shalawat atasku pada hari Jumat dan pada malamnya." Menurut Ibnu Qayyim, hal ini tepat karena Rasulullah adalah pemimpin umat dan Jumat merupakan pemimpin seluruh hari dalam satu minggu.

Dengan demikian, membaca shalawat merupakan keutamaan yang tidak terdapat pada hari-hari lainnya.

 Di samping itu, di antara hikmah lainnya adalah semua kebaikan umat Muhammad di dunia dan akhirat, sebenarnya terletak di dalam genggamannya. Melalui beliau. Allah mencurahkan kepada umatnya kebaikan di dunia dan akhirat.

Kemuliaan terbesar yang bisa diraih, ujar dia, adalah pada Jumat. Pada hari tersebut, doa yang dipanjatkan juga tak akan ditolak. Semua itu dapat diraih oleh umat karena adanya bimbingan dari Nabi Muhammad. Sebagai tanda terima kasih, kata dia, hendaklah memperbanyak shalawat untuk beliau.

3. Membaca surat Al Kahfiِ
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ »

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ

Dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. 

Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.”

Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ]

“…maka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.”

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ ثم قال : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كَتَبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ بِطَابَعٍ فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah. 

Dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan barangsiapa berwudhu lalu ia mengucapkan;

“SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA”

 (artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain Engkau, aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis pada lembaran putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak akan robek sampai hari Kiamat.”

YD1JNI

Di Balik kemarau yang berkepanjangan

Kemarau Panjang ( Dibalik Cobaan Menyimpan Berkah )

Kertarahayu – Musim kemarau bukanlah satu-satunya musim yang ada di Iindonesia, melainkan bagian dari salahsatu musim yang ada, oleh karena itu tentu saja di setiap kejadian menyimpan seribu hikmah yang tersirat. Salah satu hikmah yang tuhan hadirkan di musim kemarau adalah hadirnya cikal bakal buah-buahan musim panas, tentu saja itu merupakan kebahagian teramat bagi para petani Buah-buahan.

 

Pohon Durian yang hendak berbuah .Doc by : Generasi Rabbani

Disatu sisi petani mengeluh karena tidak dapat bercocok tanam tanaman air, namun di sisi lain ada juga yang memutarkan pemikiran nya dengan memanpaatkan media kolam ( empang ) untuk dijadikan lahan menanam padi, tentu saja tak kalah bagusnya tanaman padi tersebut karena mendapatkan sumbermakanan yang lebih baik dibandingkan dengan lahan sawah secara langsung.

Pemanfaatan kolam ikan di musim kemarau Doc by : Generasi Rabbani

 

 

Namun tetap saja bagi sebagian besar makhluk hidup utamanya manusia, kekeringan merupak musibah yang amat besar, selain dari kekeurangan sumber air bersih, sawah dan kolampun hampir tidak bisa di manpaatkan secara maksimal. Semoga saja kekeringan ini dapat berakhir secepatnya dan segera digantikan dengan keberkahan yang lebih banyak. …bersambung…

 

selokan penyalur air yang kini mengering

Selasa, 22 Oktober 2019

Mau Dibawa ke Mana pariwisa dan Ekonomi

Jakarta - Wishnutama ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada periode kedua Presiden Jokowi. Mau seperti apa nantinya pariwisata dan ekonomi kreatif?

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan nama-nama menteri yang akan membantunya hingga 2024 dalam Kabinet Indonesia Maju. Wishnutama akhirnya resmi jadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

"Yang ke-31, Bapak Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Urusan pariwisata, 10 destinasi wisata baru, mengembangkan industri kreatif berada di wilayah Pak Wishnu," ungkap Presiden Jokowi saat mengenalkan jajaran menterinya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

BACA JUGA: Wishnutama, Putra Kelahiran Papua Itu Resmi Jadi Menteri Pariwisata

Pemilihan Wishnutama dinilai menjadi kejutan. Praktisi dan pemerhati pariwisata asal Bali, Puspa Negara berujar menantikan sentuhan Wishnutama pada bidang ekonomi kreatif.

"Seperti kita tahu, Wishnutama sukses membuat opening Asian games 2018 begitu meriah dan spektakuler. Lalu, apakah dirinya bisa mengemas industri pariwisata dan ekonomi kreatif sespektakuler itu?" terangnya kepada detikcom.

Mau Dibawa ke Mana Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama?Wishnutama saat pelantikan Kabinet Indonesia Maju (Andhika Prasetia/detikcom).


Menurut Puspa, pengembangan destinasi wisata sudah digodok oleh menteri pariwisata sebelumnya, Arief Yahya terutama 10 destinasi prioritas atau juga dikenal dengan nama 10 Bali Baru. Dia menggarisbawahi, baru destinasinya saja yang dikembangkan, belum industri kreatifnya.

"Di 10 Bali Baru itu, setahu saya belum ada pengembangan industri kreatifnya. Itu nanti yang mungkin jadi tantangan Wishnutama untuk mengembangkannya," terang Puspa.

BACA JUGA: Wishnutama adalah Kejutan Penuh Harapan untuk Pariwisata

Taufan Rahmadi, seorang tokoh muda pariwisata yang pernah menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata NTB dan Anggota Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, juga menyinggung soal 10 Bali Baru. Wishnutama, menurutnya harus segera turun ke lapangan.

"Kita lihat, bagaimana progres Wishnutama pada 10 Bali Baru yang merupakan keunggulan destinasi Indonesia. Banyak tantangan dan kendala," terang Taufan.

Danau Toba, salah satu bagian 10 Bali BaruDanau Toba, salah satu bagian 10 Bali Baru (Lidya Hidayati/d'Traveler)


Salah satu tantangannya adalah soal mitigasi bencana. Apalagi 10 destinasi prioritas merupakan kawasan yang rawan bencana alam.

"Mitigasi bencana sangat penting, sehingga bisa memberikan kenyamanan kepada wisatawan," tegas Taufan.

"Wishnutama kita harapkan bisa menjaga kelestarian pariwisata, seperti keindahan alam yang tetap terjaga dan keaslian adat istiadat sehingga Indonesia menjadi zamrud khatulistiwa," tutupnya.

nama nama menteri

Daftar Menteri Kabinet Kerja yang Sudah Pasti Diganti Sejauh Ini

23/10/2019 06:38:42
 
Isu formasi kabinet memang masih dinamis, namun sejauh ini ada menteri-menteri Kabinet Kerja yang sudah pasti tak akan lanjut menjabat.
Jakarta -
Calon-calon menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024 masih terus berdatangan ke Istana Kepresidenan. Isu formasi kabinet memang masih dinamis, namun sejauh ini ada menteri-menteri Kabinet Kerja yang sudah pasti tak akan lanjut menjabat.

Dihimpun dari berbagai pemberitaan detikcom, Selasa (22/10/2019), sejumlah menteri berikut ini dipastikan tak bakal lanjut ke periode 2019-2024.

1. Puan Maharani

Puan Maharani sebelumnya adalah Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Namun dia lolos menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Dia mundur dari kursi menteri karena tidak boleh rangkap jabatan.

Selanjutnya, Puan Maharani menjadi Ketua DPR, resmi dilantik pada 1 Oktober 2019. Puan kini adalah Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia.

2. Imam Nahrawi

Imam berhenti menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga karena ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi oleh KPK. KPK mengumumkan status tersangka untuk Imam pada 18 September 2019. Imam lantas mengundurkan diri dari jabatan Menpora.

Posisi Menpora lantas dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt) Hanif Dhakiri, rekan separtai Imam di PKB yang menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan. Hingga kini belum jelas betul, siapa Menpora definitif untuk periode 2019-2024.

3. Ryamizard Ryacudu

Ryamizard adalah Menteri Pertahanan yang menjabat sejak awal periode pemerintahan Jokowi-JK, tahun 2014. Kini sudah muncul calon kuat menteri pertahanan baru, Prabowo Subianto.

"Saya diizinkan menyampaikan, saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo setelah bertemu dengan Jokowi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10) kemarin.

4. Lukman Hakim Saifuddin

Lukman menjabat sebagai Menteri Agama sejak pengujung periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan melanjutkan jabatan itu sejak awal periode pemerintahan Jokowi-JK, tahun 2014. Namun Lukman sudah berpamitan kepada wartawan pada Senin (21/10) kemarin.

"... saya mohon undur diri dari Kementerian Agama, juga tentu dari grup whatsapp ini," tulis Lukman kepada Keluarga kementerian Agama, kemarin. Hingga kini, belum jelas siapa yang akan menggantikan Lukman di posisi Menag.

5. Nila Faried Moeloek

Nila Moeloek adalah Menteri Kesehatan sejak awal periode Jokowi-Jusuf Kalla, tahun 2014. Perempuan 70 tahun ini sudah mengadakan acara perpisahan dengan wartawan pada Senin (21/10) kemarin.

Nila secara pribadi meyakini masa jabatannya sudah selesai. Dia berpesan untuk Menkes baru nantinya agar membenahi distribusi dokter dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga kini, belum jelas betul siapa Menkes untuk periode 2019-2024.

Assalamualaikum Rabu ter Ahir di bulan safar

Tata Cara Sholat Rebo Wekasan menurut Ulama, Rabu Terakhir di Bulan Safar Penanggalan Hijriyah

   
bacaan-doa-kamilin-setelah-sholat-tarawih-pada-ramadhan-1440-h.jpg

Ilustrasi - IST/Tribun Batam

SURYA.co.id - Tata Cara Sholat Rebo Wekasan menurut Penjelasan Ulama, Rabu Terakhir di Bulan Safar Penanggalan Hijriyah

Pada penanggalan Masehi 2019, rebo wekasan jatuh pada besok Rabu (23/10/2019).

Bagi umat Islam, rabo wekasan menjadi hari khusus. Ada beberapa ritual keagamaan yang dilakukan.

Menurut fiqih, pada dasarnya tidak ada penjelasan yang menganjurkan salat Rebo Wekasan.

Oleh karenanya, bila salat Rebo Wekasan diniati secara khusus, misalnya “aku niat salat Shafar”, “aku niat salat Rebo wekasan”, maka tidak sah dan haram. Hal ini sesuai dengan prinsip kaidah fiqih:

قال المؤلف في إرشاد العباد ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب على ولاة الأمر منع فاعلها صلاة الرغائب اثنتا عشرة ركعة بين العشاءين ليلة أول جمعة من رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وصلاة آخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة بنية قضاء الصلوات الخمس التي لم يقضها وصلاة يوم عاشوراء أربع ركعات أو أكثر وصلاة الأسبوع أما أحاديثها فموضوعة باطلة ولا تغتر بمن ذكرها اه

“Sang pengarang (syekh Zainuddin al-Malibari) berkata dalam kitab Irsyad al-‘Ibad, termasuk bid’ah yang tercela, pelakunya berdosa dan wajib bagi pemerintah mencegahnya, adalah shalat Raghaib, 12 Rakaat di antara maghrib dan Isya’ di malam Jumat pertama bulan Rajab, shalat nishfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat, shalat di akhir jumat bulan Ramadhan sebanyak 17 rakaat dengan niat mengganti shalat lima waktu yang ditinggalkan, shalat hari Asyura sebanyak 4 rakaat atau lebih dan shalat ushbu’. Adapun hadits-hadits shalat tersebut adalah palsu dan batal, jangan terbujuk oleh orang yang menyebutkannya.”

(Syekh Abu Bakr bin Syatha, I’anah al-Thalibin, juz 1, hal. 270).

Dijelaskan lebih lanjut, hanya saja bila shalat Rebo Wekasan diniati salat sunah mutlak, ulama berbeda pandangan.

Menurut Hadlratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari haram.