Rabu, 30 September 2020

Hukum Musik dalam Islam, Jadi Haram Jika Ada 3 Unsur Ini

Hukum musik dalam Islam bisa menjadi haram, salah satunya, jika membuat yang mendengarnya meninggalkan kewajiban sebagai Muslim. 
  
Hukum musik dalam Islam telah diperbincangkan sejak lama dan ada ragam pandangan. Meski begitu, Ahmad Zarkasih, Lc dalam bukunya berjudul Lagu, Nyanyian dan Musik, Benarkah Diharamkan?, menjelaskan, jumhur ulama telah bersepakat soal musik.

Lagu maupun musik dan nyanyian sudah ada pada zaman pra-Islam. Para penyair Arab kala Islam belum datang kerap menyanyikan syair-syair yang mereka buat. Kemudian terus berkembang hingga tercipta banyak jenis alat musik dengan variasi nada yang dapat dipadukan dengan suara vokal.

Para ulama sepakat hukum musik haram selama ada 3 hal yang menyertainya.

Pertama, musik menjadi haram jika mengandung unsur kemungkaran maupun kemaksiatan. Ulama mempermasalahkan sisi kemaksiatan yang melekat pada musik tersebut sehingga musik pun menjadi haram.

Bentuk kemaksiatan pada musik bisa ada di lirik atau alunan lagunya sendiri. Misalnya bila lagu tersebut mengajak berbuat kemaksiatan.  

Musik haram hukumnya, jika mengandung kemaksiatan. Umpamanya irama lagu yang dinyanyikan seperti musik ritual peribadatan agama tertentu. Dalam kondisi ini musik menjadi haram, sebab, seorang Muslim dilarang meniru ritual ibadah agama lain.

Kemaksiatan lain yang melekat pada musik bisa juga ada pada orang yang menyanyikan. Misalnya dia menampilkan aurat padahal syariat Islam memerintahkan untuk menutup aurat. Atau, si penyanyi melakukan gerakan-gerakan tidak senonoh dan melampaui batas. Pada intinya, jika suatu musik mengandung kemaksiatan, haram.

Kedua, haramnya musik lantaran terdapat fitnah yang berarti keburukan di dalamnya. Artinya, jika musik itu bisa membuat seorang Muslim jatuh pada keburukan, dosa, dan menimbulkan fitnah, maka haram mendengarkannya.

Ketiga, musik menjadi haram bila membuat orang yang mendengarnya meninggalkan kewajiban sebagai Muslim. Seorang Muslim punya kewajiban yang harus dilakukan sebagai hamba Allah. Dan segala hal yang menghalanginya melakukan kewajiban itu wajib dihindari.


3 Unsur Ini Bikin Musik Haram Didengar
Kendati demikian, Kitab Tafsir at-Thabari memberi penjelasan dalam kajiannya terhadap Surah Luqman ayat 6. Allah SWT berfirman, "Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan".

Kitab Tafsir at-Thabari (20/128) mengutip pendapat Abdullah bin Mas'ud dan Abdullah bin Abbas untuk menafsirkan ayat tersebut. Menurut dua Sahabat Nabi SAW itu, diksi lahwun pada ayat tersebut berarti musik, nyanyian dan mendengarkannya.  

Kitab Tafsir Ibnu Katsir juga menguatkannya, dengan menyebutkan bahwa, "Ketika Allah SWT menjelaskan keadaan orang-orang yang berbahagia, mereka adalah yang mendapatkan petunjuk dari Kitab Allah SWT dan mengambil manfaat dari mendengarkannya".  

Kemudian, masih dalam Tafsir Ibnu Katsir, Allah SWT juga menjelaskan tentang keadaan orang yang merugi dan sengsara (asyqiya) yaitu yang menolak mengambil manfaat dari mendengarkan ayat-ayat Allah SWT, dan menerima untuk mendengarkan suara seruling, nyanyi-nyanyian dan juga alat musik.

Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas adalah Sahabat Nabi SAW yang mengharamkan musik. Salah satu dalil yang mengharamkan musik yaitu hadis riwayat Imam al-Bukhari. Nabi Muhammad bersabda, "Akan ada dari umatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar dan alat musik".

Diksi alat musik yang digunakan dalam hadis itu adalah ma'azif, kata jamak, yang mengacu pada alat musik yang dipukul. Zarkasih memaparkan, ma'azif pada zaman sekarang mungkin dapat diserupakan dengan gendang.

Jika ada yang menghalalkannya, berarti asalnya itu memang haram. Dan Nabi Muhammad mengingatkan 

Selasa, 29 September 2020

TAFSIR SURAT ANNISA

A. QS. An-Nisa’: 29
َ
َّت ت
َّ
َ
َى ح
َكار
ُ
س
ْ
ُم
ت
ْ
أَن
َ
َ و
صََلة
َّ
وا ال
ُ
ب
َ
ْر
َق
ََل ت
ُوا
ن
َ
آم
َ
ين
ذِ
َّ
ا ال
َ
ه
ُّ
ا أَي
َ
ي ا
َ
وا م
ُ
ََُ
ْ
ْع
ْن ُك
ِ
إ
َ
َُوا و
َسِ
ت
ْ
َغ
َّت ت
َّ
َ
يٍل ح
ِ
ب
َ
ِِري س
اب
َ
َل ع
َِّ
ا إ
ً
ب
ُ
ن
ُ
ََل ج
َ
ُولُوَن و
َق
ت
ْ
ْ ََ أَو
ر
َ
م
ْ
ُم
ت
ْ
ن
ْ
ِ ِط أَو
ائ
َ
الْغ
َ
ن
ِ
م
ْ
ْ ُكم
ن
ِ
َ ٌد م
أَح
َ
اء
َ
ْ ج
ٍر أَو
َ
ف
َ
ََ س
َ
ُ ع
ت
ْ
َس
ََلم
ْ
ََم
َ
 َ
َ
اء
َ
سس
الن
ُ
م
دِ
ْ
أَي
َ
و
ْ
ُكم
ِ
وه
ُ
ج
ُ
ِو
وا ب
ُ
ح
َ
ْس
ام
َ
ا َ
ً
ب
س
ا طَي
ً
يد
ِ
ْع
َ
وا ص
ُ
َُُّ
َ
ي
َ
ت
َ
 َ
ً
اء
َ
ُوا م
د
ََتِ
َ
َ
َّ
ن الَ
َّ
ِ
إ
ْ
ي ُكم
ا )
ً
ُور
َغف
وا
ًُّ
ف
َ
َن ع
َك 34 ا
 )
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk,
sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,
(jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam
keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja,
hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau
sedang dalam musafir atau datang dari tempat
buang air atau kamu telah menyentuh perempuan,
kemudian kamu tidak mendapat air, maka
bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik
(suci); sapulah mukamu dan tanganmu.
Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha

Senin, 28 September 2020

TAFSIR QUR'AN SURAT AL-HADID AYAT 2

Quran Surat Al-Hadid Ayat 2 

لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 

Arab-Latin: Lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, yuḥyī wa yumīt, wa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr Terjemah Arti: Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 Tafsir Quran Surat Al-Hadid Ayat 2 2. Hanya milik-Nya semata kerajaan langit dan bumi. 

Dia menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk dihidupkan dan mematikan siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk dimatikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkannya. 

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) 2. Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. 

Dia adalah Pemilik yang bertindak atas makhlukNya, Yang menghidupkan dan mematikan, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu yang Allah kehendaki yang tidak terjadi, apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, apa yang tidak Allah kehendaki terjadi, tidak akan terjadi. 

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 2. Yang Merajai langit dan bumi, Sang Pencipta keduanya. Tidak ada yang mampu melakukan sesuatu apapun di dalamnya kecuali Dia.

 Yang Menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada yang tidak dapat Dia lakukan Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah Allah mengabarkan Dialah pemilik langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; Dia adalah raja yang berkuasa atas makhluk-Nya, menghidupkan dan mematikan ciptaan-Nya sebagaimana yang Dia kehendaki. 

Yang Berkuasa atas segala sesuatu; Tidak ada yang dapat melemahkan-Nya baik di bumi maupu di langit. An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi 2. Kemudian Allah mengabarkan kepemilikanNya yang menyeluruh seraya berfirman, “KepunyaanNya-lah kerajaan langit dan bumi. 

Dia menghidupkan dan mematikan.” Maksudnya, Dia-lah yang menciptakan semua itu, Yang Memberi rizki dan Mengatur dengan kekuasaanNya. 

“Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H Dia yang menciptakannya, memberi rezeki dan mengaturnya dengan kekuasaan-Nya. 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I Allah adalah pencipta semua makhluk, karena itu hanya milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. 

Dia berkuasa menghidupkan dan mematikan apa saja sesuai kehendak-Nya, dan dia mahakuasa untuk menentukan apa yang dia inginkan atas segala sesuatu.

 3. Sebagai pencipta, dialah yang awal tanpa permulaan, dan dia pula yang akhir karena dia abadi tanpa batas akhir bagi eksistensinya. 

Selain itu, dia adalah yang zahir dan mengetahui apa saja yang tampak, dan yang batin dan mengetahui apa saja yang disembunyikan atau yang tersirat dalam hati. Dia lebih dekat kepada makhluk daripada dirinya sendiri, dan dia maha mengetahui segala sesuatu di alam semesta.

 

Referensi: https://tafsirweb.com/10698-quran-surat-al-hadid-ayat-2.html

Contoh surat pinjam mobil

Nomor Surat: 01/SPM/X/2020
Perihal: Permohonan Peminjaman Mobil

Bandung, 30 Oktober 2020
Kepada Yth. DPD Partai Nasdem Kota Bandung.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bersama surat ini kami Relawan Restorasi Indonesia ( RRI). Partai Nasdem.

Dalam acara silaturahmi bersama anggota partai Nasdem pada.

Hari/ Tanggal : Desember  2020
Waktu: ... s.d. Selesai
Tempat : Pangandaran
Acara : Sosialisasi / silaturahmi bersama anggota partai Nasdem.

Demi kelancaran kegiatan tersebut, maka kami bermaksud untuk memohon meminjam kendaraan berkapasitas 60 orang untuk keperluan Silaturahmi anggota partai Nasdem. Rencananya, akan dipakai 

pada tanggal... Desember 2020 pukul .... Kami memohon pihak DPD Partai Nasdem Kota Bandung agar dapat menyediakan sarana transportasi berupa bus dan supir untuk acara tersebut.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan perkenan Bapak, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hormati Kami,
Ketua : 

Minggu, 27 September 2020

NO HP PARA USTADZ

DAFTAR NOMOR TELPON PENCERAMAH


No Penceramah Telepon Email
1 “Prof.DR.KH. Ali Musthafa Yaqub,
MA” HP.08129614038
2 “Prof.DR.H. Nasaruddin Umar,
MA” Hp.08176877769
3 “Prof.DR.H. Abdul Jamil, MA” HP.08122933472
4 “DR.H. Aceng Rahmat,
M.Pd” HP.081586181574
5 Drs.KH. Muh Adnan Harahap HP.08129609997
6 “DR.Hj. Ummi Khusnul Khotimah,
MA” HP.0818859210
7 “Prof.DR.H. Bambang Pranowo,
MA” HP.0811872755
8 “DR.H. Abdul Muta?li, MA,
M.IP” HP.081546501829
9 “DR. Adhyaksa Dault,M.Si” HP.0811810847
10 Prof.DR.H. Mahfud. MD HP.0811283330
11 “DR.H.Muh. Yusuf Shiddiq,
MA” HP.08128384835
12 “DR.KH. Lutfi Fathullah, MA” Hp.0818185025
13 “KH. Sutrisno Hadi, SH, MA” Hp.08129158613
14 KH.DR. Ma?uf Amin Hp. 0811851868
15 DR. Hidayat Nurwahid HP. 081519490049
16 DR.KH. Maktub Effendi R. 4302142 /
08151642550
17 “Prof.DR.Hj. Tuty Alawiyah,
MA” Hp.08121027459
18 “DR.KH. Zakky Mubarok, MA” R.8304683 /
Hp.0811180484
19 “DR. H. Adhian Husaini, MA” R. 8704948 /
HP. 0813 1945 2129
20 “Drs.KH. Musyfiq Amrullah, M.Si” HP.
081383836100
21 Drs.KH. Nuril Huda HP. 081519490049
22 “KH. Muhyiddin Junaidi, MA” HP. 0818901335
23 “Prof.DR.Hj. Istibsyarah, MA” HP.
081331860992
24 “DR.KH. Umay M. Dja?ar Shidieq, MA” R.
4214365 /Hp.081294446396
25 DR.H. Muchlis M. Hanafi HP. 081514215514
26 Dra.Hj. Romlah Adnan R. 68231347 /
081210363177
27 “DR. Rahmat Hidayat, MA” HP. 0811815270
28 MALAM ?DUL FITRI
29 “Abd. Aziz Abd Rouf,Lc Al
Hafidz” 0813.8386009 / 02187710584
30 “Abd.Hasib Hasan,KH,Lc” 02171790289 /
0812.9902981
31 “Abu Dedat,MA” 0218651585 / 0818.8844393
32 “Adhian Husaini,Drs,MA” 0218704948 /
081319452129
33 “Ahmad Satori,Prof,DR,MA” 02184998768 /
0816.1423950
34 “Ahmad Yani,Drs” 0215332066 /
08129021953
35 “Ahzami Sami’un Jazuli,DR,MA” 2182410873
36 “Amang Safrudin,Lc” 081385845337 (sei Mba
Nisa)
37 “Amir Faisol Fath,DR,MA” 081511162397
(sei / isteri beliu)
38 “Daud Rosyid,DR,MA” 2187799203
39 “Fathuddin Ja’far,MA” 816709090
40 “Fauzan Royani,MA” 8159555448
41 “Ferry Nur,S.si” 8557800950
42 Habib Nabil Al Musawwa 81311309188
43 “Habibulloh,Lc” “0812,8208460 / 021
718.2127”
44 Hizbulloh Undu Al Hafidz 811822672
45 “Ibnu Jarir,Lc” 0217755339 / 08128047789
46 “Idris Abd Somad,DR,MA” 8159303154
47 “Ihsan Tanjung,Drs” 02187701494 /
02187715557
48 “Izzudin Majid,Drs” 8161309237
49 “M.Sofwan Jauhari,MA” 818654479
50 “Muhendri Mukhtar,MA” 8129042027
51 “Muhsinin Fauzi,Lc,MM” 81314144433
52 “Mukhlish Abdi,Drs” 8161690517
53 “Mushlih Abd.Karim,DR,MA” 81511137599
54 “Suarahman Hidayat,DR. MA” 218825944
55 Sukeri Abdillah 8159288882
56 “Syuhada Bahri,Drs” 8129459755
57 “Syukron Makmun,KH,MA” 0215734825 /
0811989852
58 “Thohri Thohir,Drs” 811821730
59 Ade Kholifah 811955004
60 Ali Ahmadi 81384152045
61 Andi Saefuddin 8128237383
62 Syafii Antonio 816719118
63 “Didin
Hafidudi,DR,MA,Prof” 02151317340/0811119833
64 “Hidayat Nur Wahid,DR.MA” 0215756429 (sei
Pak Joni)
65 Hilmi Nazamuddin 8159460446
66 KHAIRU UMMAH 213920276
67 Erene Handono 2188860647
68 “Iskan Qolba Lubis,MA” 8128564102
69 “Kholil Ridwan KH,LC” 218710969
70 “Mutammimul Ula,SH” 8129399758
71 “Muzammil Yusuf, Drs” 8159393783
72 Neno Warisman 0817877029 (sei mba rahma)
73 Salimin Dani 8128942420
74 Sarno 8111773373
75 Wijayanto 8122967085
76 “Drs.Amrullah,MM” 81367520772
77 “DR.H.Alfian Lubis,MA (tafsir)” 215928138
78 “H.Muhaimin Yahya, LC” 0811 1666 432
79 “Dr.H. Wahid Rahman, MPd” 0815 8858 773 /
0214757170
80 “Zenal Arifin, MA” 0815 1419 1155
81 “Agus Hermawan, ST” 0813 1050 0595
82 Libur Tahun Baru Imlek
83 H.Mustaqim Al Anshary Ma 0812 3499 3993
84 “Drs.H.Wijaya Rahmat, S.Ag” 0812 1249
7222
85 “Ir.H.Tifatul Sembiring, S.Kom” 0812 8564
130
86 Syukri bin Bakr 0838 7471 7718
87 KH. Cecep Hidayatullah 0813 8947 4854
88 “H.Muhendri Muchtar,BIRK (HONS)” 0812
9042 027
89 Dr.H.Darwis Abu Ubaidah
M.Pd.I 0813-1606-1189
90 Syaiful Bahri 021 7030 6075
91 Drs. H. Moh. Tabrani 021 70906162
92 H. Ferry Nur /Kispa 0855 7800 950
93 “H.Sigit Pramono, LC.” 0816 1617 062
94 “Muh. Yunus, LC” 0858 1323 7803
95 “H. Dr. Wahid Rahman, MPd” 0815 8858 773 /
0214757170
96 “H. Muh. Nurul Anwar, LC” 0852 8845 5818
97 H.Faudzi Nur Wahid 0812 9966 062
98 “Yudi Abu Yahya, Spdi” 02146435230 /
081380742120
99 H.Bambang Suryan 0813 9888 1951
100 H. Muh. Adlan Hasan 0812 9706 494
101 “Abu Marhamah, LC” 81210761102
102 “Dr.Asri Ibnu Djali, LC” 0838 7000 2006
103 “H.Muhaimin Yahya, LC” 0811 1666 432
104 “H.Anwar Jufri, LC” 0815 1660 76 /
02127043156
105 “H.Muhendri Muchtar,BIRK (HONS)” 0812
9042 027
106 Syukri bin Bakr 0838 7471 7718
107 “Agus Hermawan, ST” 0813 1050 0595
108 KH. Cecep Hidayatullah 0813 8947 4854
109 “Ibnu Jarir, LC” 0812 8047 789
110 “Yudi Abu Yahya, Spdi” 02146435230 /
081380742120
111 Mustaqim Al Anshary Ma 0812 3499 3993
112 “Muh. Yunus, LC” 0858 1323 7803
113 H.Faudzi Nur Wahid 0812 9966 062
114 H. Muh. Adlan Hasan 0812 9706 494
115 Dr.H.Darwis Abu Ubaidah
M.Pd.I 0813-1606-1189
116 “Yudi Abu Yahya, Spdi” 02146435230 /
081380742120
117 “H. Muh. Nurul Anwar, LC” 0852 8845 5818
118 “Zenal Arifin, MA” 0815 1419 1155
119 “H.Anwar Jufri, LC” 0815 1660 76 /
02127043156
120 Drs. H. Moh. Tabrani 021 70906162
121 “Drs.H.Wijaya Rahmat,S.Ag” 0812 1249
7222
122 H. Ferry Nur /Kispa 0855 7800 950
123 “H. Muh. Nurul Anwar, LC” 0852 8845 5818
124 H. Muh. Adlan Hasan 0812 9706 494
125 “Abu Marhamah, LC” 81210761102
126 Dr. Muhammad Yusuf
Shiddiq 0812-1036-3177
127 Ustadz Yachya Yusliha 
089637724281

TAFSIR SURAT AL-ANAM AYAT : 1

Qur'an Surat Al-An’am Ayat 1 

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَٱلنُّورَ ۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ 

Arab-Latin: Al-ḥamdu lillāhillażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa ja'alaẓ-ẓulumāti wan-nụr, ṡummallażīna kafarụ birabbihim ya'dilụn 

Terjemah Arti: Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. 

Tafsir Quran Surat Al-An’am Ayat 1 

1. Sifat kesempurnaan yang mutlak (absolut) dan pujian dengan kebaikan-kebaikan tertinggi disertai rasa cinta adalah milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya. 

Dan Dia juga menciptakan malam dan siang yang silih-berganti. 

Dia menciptakan malam untuk kegelapan dan menciptakan siang untuk cahaya yang terang.

 Namun demikian orang-orang kafir menyamakan Żāt-Nya dengan selain-Nya dan membuat sekutu bagi-Nya. 

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. 

Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) Seluruh pujian hanya untuk Allah karena segala sifat-sifatNya yang semuanya merupakan sifat-sifat kesempurnaan, dan juga karena nikmat-nikmatNya yang zahir dan yang batin, nikmat-nikmat agama maupun dunia, yang telah mengadakan langit dan bumi dan semua makhluk yang berada di dalamnya, dan telah menciptakan kegelapan-kegelapan dan cahaya, yaitu, dengan silih bergantinya kedatangan malam dan siang. 

Dan dalam kejadian tersebut, terdapat bukti petunjuk akan keagungan Allah dan keberhakan Allah semata untuk diibadahi. 

Maka tidak boleh bagi siapa saja untuk menyekutukan sesuatu denganNya. 

Dan meskipun hal ini sudah tampak jelas sekali, akan tetapi orang-orang kafir menyamakan Allah dengan selainNya dan mereka nyekutukanNya. 

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 

1. Dalam kalimat (الحمد لله) mengandung pengkhususan, yakni segala puja, puji, dan rasa syukur adalah bagi Allah. 

Maka Pujilah Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan menciptakan kegelapan dan cahaya melalui pergantian siang dan malam yang merupakan tenda yang besar atas kekuasaan Allah dan kelayakan-Nya untuk disembah. 

Dalam ayat ini Allah menggunakan bentuk jamak dalam kata 'الظلمات' (kegelapan) dan menggunakan bentuk Mufrad pada kata 'النور' (cahaya), karena adanya kegelapan memiliki banyak sebab, sedangkan adanya cahaya hanya memiliki satu sebab. 

Dan penyebutan kata kegelapan didahulukan atas cahaya karena kegelapan lebih dahulu diciptakan. 

Ayat ini menegaskan hakikat penciptaan alam semesta yang harus manusia syukuri. 

Oleh sebab itu Allah SWT, mengingatkan pada awal ayat agar manusia bersyukur kepada-Nya. 

Dengan penjelasan yang jelas dan sifat-sifat agung Allah swt yang tiada batas, tetap saja orang-orang yang kafir terhadap Allah SWT menyamakan-Nya dengan makhluk-Nya, dan menyandingkan bersama-Nya sekutu yang penuh dengan sifat kekurangan. 

Maha Tinggi Allah dari segala yang mereka katakan. 

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah 

1. الْحَمْدُ لِلّٰهِ (Segala puji bagi Allah) Allah memulai surat ini dengan ‘Alhamdulillah’ sebagai dalil bahwa segala pujian adalah kepunyaan-Nya, dan sebagai hujjah atas orang-orang yang menyekutukan Tuhan mereka. 

الَّذِى خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ 

(Yang telah menciptakan langit dan bumi) Ini merupakan pemberitahuan tentang kekuasaan Allah yang sempurna yang menjadikan-Nya berhak mendapatkan segala pujian.

 وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّورَ ۖ 

(dan mengadakan gelap dan terang) Yakni kegelapan malam dan terangnya siang, serta kegelapan kekafiran dan cahaya keimanan. 

ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ 

(namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka) Yakni setelah mereka mengetahui penciptaan yang agung ini mereka masih saja mempersekutukan-Nya dan menyamakannya dengan sesuatu yang tidak memiliki kekuasaan apapun.

Dan ini merupakan kebodohan yang paling dalam.

 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah Keutamaan: 

Surah ini adalah surah Makkiyah kecuali 6 ayat.

 Surah ini turun dalam satu jumlah. 

Ibnu Abbas berkata: “Surah Al-An’am turun di Mekkah pada malam hari dalam satu jumlah.

 Surah itu dikelilingi 70 ribu malaikat yang bertasbih. 

Malaikat pertama memulai bertasbih dan bertahmid” 

1. Pujian dan rasa syukur atas kuasa Allah yang baik. 

Semuanya dimulai dengan pujian, karena seluruh pujian itu hanya milik Allah, dan untuk menjawab orang-orang yang membuat tuhan (sekutu) lain bersamaNya. 

Dialah Pencipta langit dan bumi dengan kuasa dan hikmahNya, yang mana tidak ada perumpamaan seperti itu sebelumnya. 

Dialah dzat yang menciptakan kegelapan malam dan cahaya siang, walaupun dengan adanya penciptaan ini, kamu masih bisa melihat orang-orang kafir yang membuat sekutu bagiNya untuk disembah. 

Al-Ja’lu adalah mengadakan sesuatu yang masih berhubungan dengan sesuatu lain Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah 

1. Ini adalah pemberitahuan tentang pujian dan sanjungan kepadaNya dengan sifat-sifat kesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan, khususnya sifat-sifat yang disebut didalamnya. 

Allah SWT memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap langit dan bumi yang membuktikan kesempurnaan kemampuanNya, keluasan ilmu dan rahmatNya, keumuman hikmahNya dan kesendirianNya dalam penciptaan dan pengaturan, dan Dia juga memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap kegelapan dan cahaya.

 Itu meliputi hal yang kongkret seperti malam dan siang, matahari dan rembulan, juga meliputi yang abstrak seperti kegelapan kebodohan, keraguan, kesyirikan, kemaksiatan, kelalaian, dan ketaatan. 

Semua ini menunjukkan dengan penunjukkan yang pasti bahwa Allah berhak atas ibadah dan pengikhlasan yang nyata, “kemudian (sekalipun demikian) orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.” Maksudnya, mereka menyamakan yang lain denganNya dalam ibadah dan pengagungan, padahal mereka yang disamakan dengan Allah itu tidak menandingi Allah dalam sifat-sifat kesempurnaan sedikit pun.

 Mereka itu miskin, lemah, dan kurang dalam segala segi. 

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H Ayat ini sebagai pemberitahuan tentang terpuji-Nya Dia serta pujian terhadap-Nya karena sifat-sifat-Nya yang sempurna dan agung secara umum, dan lebih khusus lagi karena apa yang disebutkan pada ayat-ayat setelahnya. 

Allah memuji Diri-Nya karena Dia menciptakan langit dan bumi di mana hal itu menunjukkan sempurnanya kekuasaan-Nya, luasnya ilmu dan rahmat-Nya serta meratanya kebijaksanaan-Nya.

 Dia yang sendiri menciptakan, mengatur, mengadakan gelap dan terang; baik yang dirasakan seperti malam dan siang, matahari dan bulan, maupun yang maknawi seperti gelapnya kebodohan, keraguan, kemusyrikan, kemaksiatan, kelalaian, dan terangnya ilmu, iman, yakin, dan taat. 

Ini semua menunjukkan bahwa Allah Ta'ala berhak diibadati dan ditujukan keikhlasan dalam beribadah. 

Meskipun dalil dan bukti ini begitu jelas, namun orang-orang kafir masih saja menyamakan makhluk dengan Allah dalam hal ibadah dan ta'zhim (pengagungan), padahal makhluk-makhluk tersebut tidak sama sedikit pun dengan Allah dalam hal kesempurnaan; makhluk fakir lagi lemah, sedangkan Allah Maha Kaya lagi Maha Kuasa. 

Disebutkan hanya "Langit dan bumi" karena keduanya merupakan makhluk terbesar bagi orang-orang yang melihatnya.

 Disebutkan dengan bentuk jama' kata "zhulumat" (kegelapan-kegelapan) karena banyak bentuk kegelapan dan bermacam-macam jalannya, dan disebutkan secara mufrad (tunggal) kata "nuur" (cahaya) karena jalan yang mengantarkan kepada Allah hanya satu, yaitu jalan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam; berupa mengetahui kebenaran dan mengamalkannya, sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (Terj. Al An'aam: 153) 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I Pada akhir surah al-ma'idah Allah menjelaskan bahwa nabi isa dan ibunya bukanlah tuhan sebagaimana anggapan orang nasrani. 

Nabi isa adalah rasul atau utusan Allah yang bertugas mengajak bani israil untuk mengesakan Allah.

 Pada awal surah ini dijelaskan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi serta menunjukkan manusia kepada jalan yang terang agar manusia meninggalkan jalan yang gelap, namun kebanyakan manusia menyimpang dari ajaran Allah yang lurus. 

Segala puji bagi Allah, yang berhak atas segala kesempurnaan, dan jauh dari segala kekurangan; yang telah menciptakan langit dan bumi, atas dasar cinta dan kasih sayang kepada makhluk-Nya; dan Allah telah menjadikan gelap dan terang, malam dan siang, salah dan benar, kufur dan iman; namun demikian orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang menutup pikiran dan hati nurani mereka dari cahaya Allah menghindar dari ajaran tuhan mereka dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lebih rendah dari dirinya sebagai manusia. 

Dialah Allah, yang menciptakan kamu dan nenek moyangmu, nabi adam, langsung dari tanah, dan menciptakan kamu, anak keturunan adam dari saripati tanah; kemudian dia menetapkan ajal, saat kematianmu; sedangkan batas akhir hidupmu di dunia bersifat rahasia, hanya diketahui oleh-Nya semata-mata; namun demikian, kamu, manusia yang kafir masih saja meragukannya, yakni meragukan keberadaan Allah beserta kekuasaan, kebesaran, dan kasih sayang-Nya. 



Referensi: https://tafsirweb.com/2125-quran-surat-al-anam-ayat-1.html

Sabtu, 26 September 2020

TAFSIR SURAT ALMAIDAH AYAT 1


Surat  ini turun di akhir-akhir umur Nabi  Muhammad Saw.  Penyebutan surat ini dengan al-Maidah yang berarti hidangan  dikarenakan doa dari Nabi Isa as yang memohon agar diturunkan hidangan dari  langit. Permintaan diturunkannya hidangan ini disebutkan dalam ayat 114.

 

Ayat ke 1

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.  (5: 1)

Ayat ini diturunkan sebelum Nabi Muhammad Saw pergi melakukan  haji. Karena itulah dalam ayat ini dijelaskan mengenai hukum haji yang disampaikan kepada kaum Muslimin. Dalam ayat ini disinggung mengenai haramnya hukum berburu binatang dalam keadaan berihram. Tetapi poin yang utama dan penting ayat ini terletak di permulaan yang justru juga merupakan permulaan surat ini. Poin itu menyebutkan tentang pesan untuk menunjukkan  komitmen terhadap perjanjian yang dilakukan. Perjanjian ini maknanya sangat luas mencakup perjanjian tertulis maupun lisan, perjanjian dengan orang kuat atau lemah, perjanjian dengan kawan atau lawan dan perjanjian dengan Tuhan atau manusia.

Menurut Islam dan berdasarkan ayat ini, seorang muslim harus komitmen dengan perjanjian yang dilakukannya. Mereka harus setia pada isi perjanjian sekalipun dengan orang musyrik atau jahat sekalipun. Komitmen ini harus ditunjukkan oleh seorang muslim, pihak lain yang menandatangani perjanjian itu juga menaati isi perjanjian. Ketika mereka melanggar perjanjian, maka tidak ada komitmen bagi seorang muslim untuk menaati isi perjanjian.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1.  Kaum Muslimin harus berpegang teguh dan komitmen terhadap semua perjanjian  yang mereka lakukan dengan siapapun. Karena menaati perjanjian  merupakan syarat Iman kepada Allah  Swt.

2.  Pada musim haji, tidak hanya orang yang berhaji dijamin keamanannya, tapi di kawasan Mekah binatangpun dijamin keamanannya. Islam mengharamkan berburu atau membunuh binatang di sekitar Mekah.

 

Ayat ke 2

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.  (5: 2)

Setelah ayat sebelumnya menerangkan perincian hukum-hukum haji, ayat ini mengatakan, "Apa saja yang ada hubungannya dengan ibadah haji harus dihormati, dan suci. Oleh karenanya, orang yang berhaji harus menghormati kehormatannya. Binatang kurban dan tempat-tempat  suci merupakan syiar dan tanda-tanda kebesaran Allah. Waktu pelaksanaan ibadah haji juga harus  harus dilakukan pada bulan-bulan haram. Mereka yang datang melakukan ibadah haji dan menziarahi Kabah masuk dalam pusaran kedamaian ilahi. Semuanya terhormat dan harus terhitung sebagai orang-orang yang terhormat."

Ayat ini juga  menyinggung peristiwa-peristiwa bersejarah tahun ke 6 Hijrah, dimana pada tahun itu kaum Muslimin bersama Nabi Muhammad Saw bergegas dari Madinah menuju ke Mekah untuk melaksanakan  haji. Tapi di tengah perjalanan,  kaum Musyrikin Mekah tidak mengizinkan mereka memasuki Mekah. Kedua belah pihak berusaha untuk mencegah timbulnya peperangan. Akhirnya di suatu kawasan bernama Hudaibiyah mereka menandatangani sebuah surat perdamaian dan perjanjian yang dinamai perjanjian Hudaibiyah.

Setelah Fathu Mekah (pembebasan kota Mekah), sebagian Muslimin datang dengan maksud untuk melakukan pembalasan, dimana ayat ini melarang mereka. Ayat ini mengatakan, "Daripada kalian melakukan pembalasan dan penyerangan, maka perbaiki niat kalian. Berusahalah dan bekerjasama di antara kalian untuk mengajak mereka menuju jalan Allah dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik. Dengan demikian, kalian telah menyiapkan lahan yang kondusif bagi masyarakat untuk melakukan hal-hal yang baik.Itu yang harus kalian lakukan bukan  menggalang persatuan untuk melakukan penyerangan dan kejahatan terhadap mereka. Kalian harus menghidupkan budaya yang baik.

Sekalipun ayat ini menjelaskan masalah kerjasama dalam haji, tapi tentu saja ayat ini khusus menyinggung masalah ini. Benar, kerjasama merupakan  prinsip penting dalam Islam yang mencakup semua masalah kemasyarakatan, kekeluargaan dan politik. Oleh karenanya, kerjasama merupakan fondasi persatuan yang mampu membuat kaum Muslimin dapat saling berinteraksi demi melakukan perbuatan baik dan memupuk takwa, bukannya berbuat zalim, aniaya dan dosa. Berbeda dengan tradisi mayoritas masyarakat yang menyebutkan persaudaraan dan persahabat menjadi landasan membela saudara setanah air, sekalipun berbuat zalim.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Aturan ilahi pasti suci dan kita harus menghormatinya, sekalipun terhadap binatang.

2.  Permusuhan dengan seseorang tidak boleh menjadi kesempatan bagi kita untuk menzaliminya.

3. Kerjasama apapun bentuknya harus berdasarkan keadilan, kebaikan dan takwa. Tolok ukurnya bukan etnis, bahasa dan hal-hal sektarian.

Ustadz Yachya Yusliha

Jumat, 25 September 2020

TAFSIR SURAT ANISA AYAT 1

Tafsir Surat An-Nisa, ayat 1
- May 01, 2015
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (1) }
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan Kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah. 

kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminla satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi. 

Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.
Allah Swt. 

berfirman memerintahkan kepada makhluk-Nya agar bertakwa kepada-Nya, yaitu menyembah kepada-Nya semata dan tidak membuat sekutu bagi-Nya. 

Juga mengingatkan mereka akan kekuasaan-Nya yang telah menciptakan mereka dari seorang diri berkat kekuasaan-Nya orang tersebut adalah Adam a.s.
{وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا}
dan darinya Allah menciptakan istrinya. (An-Nisa: 1)
Siti Hawa a.s. diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk sebelah kiri bagian belakang Adam a.s. 

ketika Adam a.s. sedang tidur. Saat Adam terbangun, ia merasa kaget setelah melihatnya, lalu ia langsung jatuh cinta kepadanya. 

Begitu pula sebaliknya, Siti Hawa jatuh cinta kepada Adam a.s.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muqatil, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Abu Hilal. 

dari Qatadah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Wanita diciptakan dari laki-laki, maka keinginan wanita dijadikan terhadap laki-laki; dan laki-laki itu dijadikan dari tanah, maka keinginannya dijadikan terhadap tanah, maka pingitlah wanita-wanita kalian."

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan:

«إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ

Sesungguhnya wanita itu dijadikan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. 

Maka jika kamu bertindak untuk meluruskannya. 

niscaya kamu akan membuatnya patah. 

Tetapi jika kamu bersenang-senang dengannya, berarti kamu bersenang-senang dengannya, sedangkan padanya terdapat kebengkokan.

Firman Allah Swt.:

{وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً}
dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan. 
(An-Nisa: 1)

Allah mengembangbiakkan banyak laki-laki dan perempuan dari Adam dan Hawa, lalu menyebarkan mereka ke seluruh dunia dengan berbagai macam jenis, sifat, warna kulit, dan bahasa mereka. 

Kemudian sesudah itu hanya kepada-Nya mereka kembali dan dihimpunkan.

Kemudian Allah Swt. berfirman:

{وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ}
Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. (An-Nisa: 1)

Maksudnya, bertakwalah kalian kepada Allah dengan taat kepada-Nya.

Ibrahim, Mujahid, dan Al-Hasan mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, (An-Nisa: 1) Yakni seperti dikatakan, "Aku meminta kepadamu dengan nama Allah dan hubungan silaturahmi."

Menurut Ad-Dahhak, makna ayat adalah 'bertakwalah kalian kepada Allah yang kalian telah berjanji dan berikrar dengan menyebut nama-Nya'. 

Bertakwalah kalian kepada Allah dalam silaturahmi. 

Dengan kata lain, janganlah kalian memutuskannya. 

melainkan hubungkanlah dan berbaktilah untuknya. 

Demikianlah yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid. 

Al-Hasan. Ad-Dahhak. Ar-Rabi, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Salah seorang ulama membaca al-arhama menjadi al-arhami. 

yakni dengan bacaan jar karena di-'ataf-kan kepada damir yang ada pada bihi. 

Dengan kata lain, kalian saling meminta satu sama lain dengan menyebut nama Allah dan hubungan silaturahmi. 

Demikianlah menurut yang dikatakan oleh Mujahid dan lain-lainnya.

Firman Allah Swt.:
{إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا}
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian. (An-Nisa: 1)

Dia mengawasi semua keadaan dan semua perbuatan kalian. 

Seperti pengertian yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

وَاللَّهُ عَلى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (Al-Mujadilah: 6)

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan:

«اعْبُدِ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ، فَإِنَّهُ يَرَاكَ»

Sembahlah Tuhanmu seakan-akan kamu melihat-Nya; jika kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihat kamu.

Hal ini merupakan petunjuk dan sekaligus sebagai peringatan, bahwa diri kita selalu berada di dalam pengawasan Allah Swt.

Allah Swt. telah menyebutkan bahwa asal mula makhluk itu dari seorang ayah dan seorang ibu. 

Makna yang dimaksud ialah agar sebagian dari mereka saling mengasihi dengan sebagian yang lain, dan menganjurkan kepada mereka agar menyantuni orang-orang yang lemah dari mereka.

Di dalam hadis sahih Muslim disebutkan melalui hadis Jarir ibnu Abdullah Al-Bajali:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ قَدِمَ عَلَيْهِ أُولَئِكَ النَّفَرُ مِنْ مُضَر -وَهُمْ مُجْتابو النِّمار -أَيْ مِنْ عُريِّهم وفَقْرهم -قَامَ فَخَطَب النَّاسَ بَعْدَ صَلَاةِ الظُّهْرِ فَقَالَ فِي خُطْبَتِهِ: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ} حَتَّى خَتَمَ الْآيَةَ وَقَالَ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ [وَاتَّقُوا اللَّهَ] } [الْحَشْرِ:18] ثُمَّ حَضَّهم عَلَى الصَّدَقَةِ فَقَالَ: "تَصَدَّقَ رجُلٌ مِنْ دِينَاره، مِنْ دِرْهَمِه، مِنْ صَاعِ بُرِّه، صَاعِ تَمْره ... " وَذَكَرَ تَمَامَ الْحَدِيثِ.

bahwa ketika Rasulullah Saw. kedatangan sejumlah orang dari kalangan Mudar —mereka adalah orang-orang yang mendatangkan buah-buahan, yakni dari pohon-pohon milik mereka— maka Nabi Saw. 

berkhotbah kepada orang-orang sesudah salat Lohor. 

Dalam khotbahnya beliau Saw. membacakan firman-Nya: 

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri. (An-Nisa: 1), hingga akhir ayat. 

Kemudian membacakan pula firman-Nya: 

Hai orang-orang yang berimah, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.

 (Al-Hasyr: 18) Kemudian Nabi Saw. menganjurkan mereka untuk bersedekah. 

Untuk itu beliau bersabda: Seorang lelaki bersedekah dari uang dinarnya, dari uang dirhamnya, dari sa' jewawutnya. 
dari sa' kurmanya, hingga akhir hadis.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ahlus sunan dari Ibnu Mas'ud dalam khotbah hajinya. 

yang di dalamnya disebut pula bahwa setelah itu Ibnu Mas'ud membacakan tiga buah ayat Salah satunya adalah firman-Nya:

 Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian. (An-Nisa: 1), hingga akhir ayat.

Juz 4 Madaniyah Surat An-Nisa Tafsir Surat An-Nisa


Tafsir Surat Al-Ahzab, ayat 21-22
- September 13, 2015

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (21) وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الأحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا (22)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. 

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. 

Dan yang demikian itu tidak menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. 

Ayat yang mulia ini merupakan dalil pokok yang paling besar, yang menganjurkan kepada kita agar meniru Rasulullah Saw. 

dalam semua ucapan, perbuatan, dan sepak terjangnya. Karena itulah Allah Swt. 

memerintahkan kepadanya
BACA SELENGKAPNYA 

Tafsir Surat Al-Ahzab, ayat 32-34
- September 13, 2015

{يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا (32) وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا (33) وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا (34) 
Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. 

Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. 

BACA SELENGKAPNYA 
Tafsir Surat Ath-Thalaq, ayat 2-3
- October 25, 2015

{فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3) 

 Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. 

Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. 

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. 

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. 

Kamis, 24 September 2020

BACAAN BILAL SAAT KHOTIB NAIK MIMBAR

Bacaan Bilal Jum'at
Tata cara Bilal Jum’at, di setiap daerah atau desa biasanya mempunyai tatacara yang berbeda-beda. Di antaranya ada yang memakai cara sebagai berikut:

Pertama, acara di awali oleh bilal. Posisi bilal berada di dekat mimbar membawa tongkat menghadap ke jama’ah, seraya membaca bacaan seperti berikut ini :

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهْ, رُوِيَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ, أَنَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّي اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلْ: إذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوت, (أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللّٰه. X۲) أَنْصِتُوا وَاسْمعُوْا وَأطِيْعُوْا لَعَلَكُمْ تُرْحَمُوْن.

Setelah bilal selesai membaca kalimat di atas, lalu bilal menghadap qiblat, sedangkan khotib berjalan menghampiri bilal meminta tongkat yang dibawah bilal, terus dibawah menuju mimbar dengan di iringi bacaan sholawat tiga kali oleh bilal, seperti di bawah ini :

اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا مُحمّدٍ, اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا مُحمّدٍ, اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحمّدٍ وَعَلَي أَلِ سَيّدِنَا مُحمَدٍ.

Kedua, sampai di atas mimbar, khotib berdiri menghadap jama’ah, sementara bilal meneruskan membaca do’a berikut ini :

اللَّهُمَّ قَوِّ الْاِسْلامَ, مِنَ المُسْلِمِينَ وَالُمسْلِمَات, والمُؤْمِنِين وَالُمؤْمِنَات, وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الِدّيْنِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالخَيْر, ويَا خَيْرَ النَّاصِرِينَ برَحْمَتِكَ يااَرْحَمَ الرَاِحِمين.

Ketiga, setelah selesai do’a di atas, khotib langsung mengucapkan salam kepada jama’ah, lalu duduk. Kemudian bilal mengumandangkan Adzan. Selesai adzan, bilal terus duduk, sedangkan khatib terus berdiri dan memulai khutbah pertamanya.
Keempat, selesai khotbah pertama, bilal melantunkan sholawat yang biasa dibaca diantara dua khutbah, misalnya seperti berikut ini :

أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ، وَزِدْ وَاَتِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ، بِجَلاَلِكَ وَكَمَالِكَ عَلَى زَيْنِ عِبَادِكْ، وَأَشْرَفِ عِبَادِكَ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ، وَإِمَامِ طَيْبَةَ وَالْحَرَامْ، وَمَنْبَعِ الْعِلْمِ وَالْحِلْمِ وَالْحِكْمَةِ وَالْحِكَمْ, أَبِي الْقَاسِمِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وأَلِهِ وَسَلَّمَ، وَرَضِيَ اللّٰهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللّٰهِ أَجْمَعِيْنَ.

Kelima, selesai bacaan sholawat tersebut, khotib berdiri dan memulai khotbahnya yang kedua.
Keenam, selesai khotbah yang kedua, bilal langsung Iqomah.

Trik Sehat Walau Bekerja di Balik Meja dari Pukul 9 hingga 5 Sore

Trik Sehat Walau Bekerja di Balik Meja dari Jam 9 Hingga 5 Sore
 Perbesar
Simak di sini cara untuk tetap sehat walaupun bekerja terus dari jam 9 hingga 5 sore, penasaran? (iStockphoto)

Tempat bekerja atau kantor tentu bukan lingkungan kondusif bagi Anda yang ingin sehat. Anda akan menatap layar komputer selama berjam-jam dan duduk di balik meja kerja sepanjang hari.

Namun, ada beberapa cara sederhana dan mudah yang bisa Anda lakukan untuk tetap sehat walau bekerja sepanjang hari, seperti dilansir dari mydomaine.com,

1. Berjalan-jalan
Mungkin Anda salah satu tipe pekerja yang harus duduk sepanjang hari. Inilah saatnya mencoba berjalan-jalan, walau sebentar.

Seperti memilih printer yang lebih jauh dari tempat duduk, sehingga Anda memang harus berjalan. Atau parkir kendaraan jauh dari tempat kerja, sehingga sebelum atau sesudah bekerja, Anda harus berjalan.

2. Temukan cara lain untuk olahraga
Terlalu banyak bekerja dan tidak punya waktu olahraga adalah masalah yang dihadapi oleh hampir semua pekerja. Sekarang ada banyak alat olahraga yang bisa membuat Anda tetap melakukan aktivitas fisik saat bekerja.

3. Santap makanan yang sehat
Saat terjebak sepanjang hari di tempat kerja, sangat mudah memilih makanan yang cepat atau sekadar enak, tapi tidak sehat. Avokad adalah makanan yang bisa cepat disajikan, namun juga lezat, serta bergizi untuk dikonsumsi saat Anda hobi bekerja sepanjang hari.


CIRI-CIRI ORANG YANG BERTAQWA

Paling tidak ada lima ciri-ciri secara umum kategori orang-orang bertakwa diantaranya; Pertama, dalam hidupnya gemar menginfakkan harta bendanya di jalan Allah, baik dalam keadaan sempit maupun lapang.

Kedua, mampu mengendalikan serta menahan diri dari sifat amarah.

Ketiga, selalu bersifat pemaaf dan tidak pendendam kepada orang lain yang berbuat salah.

Keempat, tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau menzalimi diri sendiri, ia segera ingat kepada Allah, dan kemudian bertobat, beristighfar, memohon ampunan kepada-Nya atas segala perbuatan dosa yang telah dilakukannya.

Kelima, secara sadar tidak mengulang perbuatan keji dan mungkar yang pernah dilakukan.

Ciri-ciri orang bertakwa itu  dapat secara jelas kita lihat dalam QS Ali Imran: 133-135 yang artinya : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”  

Betapa luhurnya manusia takwa ini, oleh karena itu  ibadah puasa semoga dapat menempa sekaligus melahirkan sebuah  masyarakat kota Tangerang yang mengedepankan  keluhuran ahlaq mulia, ditengah hiruk pikuknya serta gemerlapnya kehidupan Kota Megapolitan ini. Kota yang dihuni 1.5 juta jiwa dan 99 persen beragama Islam. Namun demikian Islam adalah sebuah agama rahmatan lil alamin  yang sangat menghormati agama-agama lain hidup serta tumbuh berdampingan.

Kualitas puasa yang akan melahirkan orang-orang bermoral taqwa inilah sangat dibutukan di dalam  membangun masyarakat yang baik. Ada banyak keuntungan yang akan diperoleh baik secara individu maupun kolektif terhadap kualitas nilai ketakwaan itu diantaranya:

Pertama, mereka akan memperoleh al-Furqon, yaitu kemampuan untuk membedakan antara yang haq dan yang bathil, halal dan haram, dan segenap kesalahannya serta dosa-dosanya akan diampuni. Hal ini menjadi bagian sebuah perjuangan masing-masing  agar meraih predikat taqwa tersebut.

Kedua, mereka akan memperoleh jalan keluar dari segala ragam problema hidup yang dihadapinya, dan akan dianugrahkan rizki tanpa diduga serta dimudahkan segala urusannya.

Ketiga, segenap amalan-amalan shalehnya diterima oleh Allah SWT dan menjadi berat timbangannya dihari kiamat kelak, dengan mudah penghisabannya dan kelak menerima catatan-catatan amalnya yang baik. Coba kita renungkan firman Allah SWT dalam QS Az-Zalzalah: 7-8 yang artinya: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat atompun, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat atompun, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya pula.”

Keempat, Allah SWT akan memasukan kedalam surga, kekal didalamnya serta hidup dalam keridhaan-Nya. Hal itu sebagaimana  firman Allah SWT dalam surah Ali Imran: 15 yang artinya, “untuk orang-orang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah SWT. Dan Allah maha melihat akan hamba-hambanhya.”

Jelaslah bahwa dengan taqwa kepada Allah SWT akan dapat kita raih kemulian hidup serta kebaikan di dunia. Melalui ibadah Shaum/puasa yang selama sebulan penuh kita tunaikan semoga dapat membentuk sebuah pribadi yang baik dan yang lebih penting adalah daqpat meningkatkan kualitas keimanan serta ketaqwaan kepada-Nya.

Nilai takwa ini akan sangat dibutuhkan dan bahkan menjadi modal sosial di dalam membangun sebuah peradaban masyarakat Kota Tangerang yang multi kultur, dengan berbagai  komplesitas permasalahan kota terus menghadang, hanya orang-orang yng memiliki kualitas taqwa inilah yang dapat survive dan dapat dimanifestasikan ke dalam tata laku kita sehari-hari. Sehingga nilai taqwa akan memberi kontribusi positif bagi kehidupan sosial yang lebih luas.
 
Sebagaimana yang dituturkan Rasulullah SAW bahwa jihad yang paling besar adalah jihad melawan hawa nafsu. Semoga kita ditakdirkan oleh Allah SWT ke dalam golongan orang-orang yang selalu taat serta patuh terhadap perintah-Nya.

Rabu, 23 September 2020

MANFAAT KAROKEAN

Memang mengatasi stres itu tidak mudah, terutama bagi orang yang memiliki deadline kerja yang ketat. Nah daripada bingung, lebih baik karaoke saja. Aktivitas seru ini pasti gampang dan cocok dilakukan bersama teman-teman.

Menurut DuitPintar.com, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda dapat dari karaoke. Bahkan ada pula manfaatnya untuk kinerja Anda di kantor. Mari kita cari tahu yuk!

1. Memproduksi hormon bahagia

Hormon endorphin atau yang sering disebut hormon bahagia akan dikeluarkan saat kita bernyanyi dan akan membuat kita merasa senang. Walaupun punya suara pas-pasan, tapi kalau sudah happy maka stres juga bisa hilang bukan?

Hal itu pun dibenarkan oleh Profesor Takeshi Tanigawa dari Ehime University Graduate School of Medicine. Menurutnya, saat karaoke bersama teman-teman, seseorang biasanya mendapat applause usai bernyanyi. Ini juga merupakan bentuk dari apresiasi yang membuat seseorang jadi bahagia.

2. Meningkatkan sistem imun tubuh

Jangan salah, sistem imun tubuh juga bisa meningkat ketika hormon stres atau kortisol menurun. Penelitian tersebut dilakukan oleh akademisi dari University of California, seperti dikutip dari The Conversation.

Dari penelitian itu, diperoleh bahwa konsentrasi secretory immunoglobin A atau protein dalam sistem imun tubuh untuk antibodi, meningkat secara signifikan saat bernyanyi. Semakin rutin karaoke, berarti imun tubuh semakin baik dan sehat.

3. Menyehatkan jantung dan paru-paru

Menurut Profesor Graham Welch dari University of London, aktivitas bernyanyi bisa menyehatkan jantung dan paru-paru. Welch sudah meneliti aktivitas ini selama 30 tahun dan mengatakan kalau menyanyi sama halnya dengan melakukan aktivitas aerobik yang akan meningkatkan pasokan oksigen ke aliran darah.

Dengan pasokan oksigen yang baik, Anda akan terhindar dari gelisah, tekanan darah tinggi, penurunan daya ingat, gangguan pernapasan, hingga serangan jantung. Dengan jantung dan paru-paru yang sehat, Anda bisa menikmati hidup lebih lama bukan?

4. Meningkatkan rasa percaya diri

Dengan karaoke bersama teman atau rekan kerja, Anda akan “dipaksa” untuk unjuk gigi soal kebolehan bernyanyi. Tentu hal ini bisa dikatakan sebagai tantangan.

Di sinilah Anda bisa belajar mengasah rasa percaya diri dengan maksimal. Semakin tinggi rasa percaya diri yang Anda miliki, maka semakin kuat pula pribadi Anda ketika menerima tekanan di dunia kerja atau bisnis.

Dan dengan kemampuan yang kuat dalam menerima tekanan, Anda tidak akan mudah stres. Tanpa stres, kerja pun makin produktif. Tidak ada lagi juga yang namanya izin tidak masuk karena sakit-sakitan.

5. Menstimulasi otak dengan baik

Jangan salah, tidak cuma kerja saja yang harus mikir. Nyanyi juga mikir lho, terutama saat karaoke.

Ketika karaoke, Anda akan diminta untuk menyanyi dengan mengikuti teks yang terpampang di layar agar nyanyiannya pas dengan irama. Secara tidak langsung, aktivitas ini akan menstimulasi otak Anda. Jadi tidak hanya pernapasan saja yang diolah, otak juga diolah ketika karaoke.

6. Menguatkan pita suara

Sejatinya, semua orang yang profesinya erat dengan “presentasi” atau bicara, disarankan untuk belajar menyanyi. Menyanyi akan melatih Anda untuk menguatkan pita suara, sehingga suara Anda terdengar lebih lantang dan menyakinkan sehingga kondisinya juga akan semakin sehat.