Rabu, 18 November 2020

Status Orang Yang Meninggalkan Shalat Fardhu


Status Orang Yang Meninggalkan Shalat Fardhu

Ibadah shalat adalah ibadah yang agung. Ia juga merupakan ibadah yang urgen dan penting untuk senantiasa di jaga. Di sisi lain, banyak pula keutamaan-keutamaan dari ibadah shalat. Maka dengan begitu tingginya kedudukan shalat dalam Islam, meninggalkan ibadah ini pun berat konsekuensinya. Silakan simak penjelasan berikut.

Baca Juga: Tidak Shalat Selama Bertahun-tahun, Apakah Harus Mengganti?

Urgensi ibadah shalat

Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk mendirikan shalat. Allah Ta’ala berfirman:

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِين

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” (QS. Al-Baqarah: 43).

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

“ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling” (QS. Al Baqarah: 83).

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah” (QS. Al Baqarah: 110).

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“dan agar mereka mendirikan shalat serta bertakwa kepada-Nya”. Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan” (QS. An An’am: 72).

Maka mendirikan shalat adalah menjalankan perintah Allah Ta’ala.

Shalat juga salah satu dari rukun Islam. Dari Ibnu Umar radhiallahu’amhuma, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

بُنِيَ الإسْلامُ علَى خَمْسٍ، شَهادَةِ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وأنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسولُهُ، وإقامِ الصَّلاةِ، وإيتاءِ الزَّكاةِ، وحَجِّ البَيْتِ، وصَوْمِ رَمَضانَ

“Islam dibangun di atas 5 perkara: bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah dan puasa Ramadhan” (HR. Bukhari no.8, Muslim no. 16).

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Baca Juga: Apakah Orang Sakit Boleh Meninggalkan Shalat?

Keutamaan shalat

  1. Shalat adalah perkara yang akan dihisab pertama kali di hari kiamat

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ أولَ ما يُحاسَبُ به العبدُ يومَ القيامةِ من عملِه صلاتُه ، فإن صَلُحَتْ فقد أَفْلَحَ وأَنْجَح ، وإن فَسَدَتْ فقد خاب وخَسِرَ ، فإن انْتَقَص من فريضتِه شيئًا ، قال الربُّ تبارك وتعالى : انْظُروا هل لعَبْدِي من تَطَوُّعٍ فيُكَمِّلُ بها ما انتَقَص من الفريضةِ ، ثم يكونُ سائرُ عملِه على ذلك

“Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka ia akan beruntung dan selamat. Jika shalatnya rusak, maka ia akan merugi dan binasa. Jika ada shalat fardhunya yang kurang, maka Allah tabaraka wa ta’ala akan berkata: lihatlah apakah hamba-Ku ini memiliki amalan shalat sunnah? Kemudian disempurnakanlah yang kurang dari shalat fardhunya. Dan ini berlaku pada seluruh amalan lainnya” (HR. At Tirmidzi no. 413, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

  1. Allah perintahkan untuk menjaga shalat setiap waktu

Allah Ta’ala berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

“Jagalah shalat-shalat fardhu dan jagalah shalat wustha (shalat ashar) dan menghadaplah kepada Allah sebagai orang-orang yang taat” (QS. Al Baqarah: 238).

Bahkan ketika sedang sakit sekalipun tetap diperintahkan shalat sesuai kemampuan. Dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

كانتْ بي بَواسيرُ ، فسأَلتُ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عنِ الصلاةِ ، فقال : صَلِّ قائمًا ، فإن لم تستَطِع فقاعدًا ، فإن لم تستَطِعْ فعلى جَنبٍ

“Aku pernah menderita penyakit bawasir. Maka ku bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengenai bagaimana aku shalat. Beliau bersabda: shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah sambil duduk, jika tidak mampu maka shalatlah dengan berbaring menyamping” (HR. Al Bukhari, no. 1117).

Baca Juga: Akibat Meninggalkan Shalat Jum’at

  1. Shalat adalah tiang agama

Dari Imran bin Hushain radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

رأسُ الأمرِ الإسلامُ، وعَمودُه الصَّلاةُ، وذِروةُ سَنامِهِ الجهادُ في سبيلِ اللهِ

“Pangkal dari semua perkara adalah Islam dan tiang Islam dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah” (HR. At Tirmidzi no. 2616, An Nasa-i no. 11330, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

  1. Shalat menghapuskan dosa-dosa

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الصَّلاةُ الخمسُ والجمعةُ إلى الجمعةِ كفَّارةٌ لما بينَهنَّ ما لم تُغشَ الْكبائرُ

“Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at selanjutnya, ini semua menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa besar” (HR. Muslim no. 233).

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أرأيتُم لوْ أنَّ نَهرًا ببابِ أَحدِكم يَغتسِلُ منه كلَّ يومٍ خَمْسَ مرَّاتٍ؛ هلْ يَبقَى مِن دَرَنِه شيءٌ؟ قالوا: لا يَبقَى من دَرنِه شيءٌ، قال: فذلِك مَثَلُ الصَّلواتِ الخمسِ؛ يَمْحُو اللهُ بهنَّ الخَطايا

“Bagaimana menurut kalian jika di depan rumah kalian ada sungai lalu kalian mandi di sana lima kali sehari. Apakah ada kotoran di badan yang tersisa? Para sahabat menjawab: tentu tidak ada kotoran lagi yang tersisa. Nabi bersabda: Maka demikianlah shalat-shalat fardhu yang lima, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan manusia dengan shalat-shalat tersebut” (HR. Bukhari no. 528, Muslim no. 667).




Selasa, 17 November 2020

MANFAAT FIKNES


Memasuki usia 40, tak sedikit orang yang mulai mengurangi aktivitas fisik. Mereka juga cenderung memilih olahraga yang tergolong ‘ringan’, mungkin angkat beban menjadi hal terakhir yang ada di pikiran. Padahal, angkat beban dapat mendatangkan keuntungan untuk mereka yang telah berusia 40-an.

Apakah Anda merasa lebih mudah gemuk ketika memasuki usia 40 tahun? Mungkin otot mudah pegal atau Anda merasa ada yang berbeda dibanding sebelumnya.

Ini sebenarnya bukan hal yang langka. Faktanya, massa otot akan berkurang sekitar 10 persen setiap pertambahan usia 10 tahun. Salah satu cara untuk menangani keluhan ini adalah dengan berolahraga.

Salah satu jenis olahraga yang dapat dilakukan adalah angkat beban. Latihan beban tidak saja mempertahankan fungsi otot, tetapi juga meningkatkan kepadatan tulang. Setidaknya dari segi penampilan, otot yang kuat akan membantu postur Anda tetap baik.

Latihan beban juga membantu mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang lebih dini. Dengan kata lain, latihan beban dapat mempertahankan postur tetap tegak dan tidak cepat membungkuk.

Usia 40 tahun juga menandai perubahan yang cukup signifikan pada wanita. Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat. Metabolisme pun melambat sehingga sering kali lemak terlihat menumpuk di daerah yang tidak sedap dipandang.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dan saat melakukan latihan beban. Pertama, lakukan pemanasan setidaknya 10 menit sebelum memulai latihan beban. Hal ini penting untuk mencegah cedera yang tak diinginkan.

Usahakan juga untuk mengenal terlebih dahulu latihan otot yang akan dijalankan. Belajarlah melakukannya secara sempurna dengan beban yang ringan, kemudian menambahkan beban tersebut dengan yang lebih berat secara bertahap.

Lakukan latihan beban dengan repetisi 15–20 kali sebanyak tiga set untuk setiap otot atau gerakan yang dilatih. Latihan menggunakan berat badan sendiri akan lebih baik.

Sebaiknya latih otot-otot besar terlebih dahulu seperti bokong, dada, paha, dan punggung, barulah kemudian otot-otot yang lebih kecil. Terapkan latihan beban ini dua hingga tiga kali seminggu dengan durasi 30–45 menit.

Fitnes tak hanya digunakan untuk membentuk otot saja, melainkan juga bisa digunakan untuk manfaat lainnya. Dilansir dari laman Boldsky, ada beberapa macam manfaat fitnes bagi kehidupan seseorang, tak hanya urusan otot saja. Apa saja manfaat tersebut? Berikut diantaranya:

1. Mengurangi Risiko Penyakit

Tanpa disadari, ternyata mengikuti latihan fitnes juga bisa membuat tubuh kita menjadi lebih kuat dan kebal terhadap berbagai ancaman penyakit. Hal itu dikarenakan dengan rutin melakukan fitnes, seluruh otot akan terus bekerja sehingga fungsi jantung serta peredaran darah menjadi sangat lancar di dalam tubuh.

2. Metabolisme dan Detoksifikasi

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuang racun dari dalam tubuh secara alami, salah satunya adalah dengan mengikuti fitnes. Jika kita rutin melakukannya secara baik, maka metabolisme akan meningkat sehingga seluruh racun yang di dalam tubuh akan keluar bersama dengan keringat. Namun perlu diingat juga, jangan lupa perbanyak konsumsi air putih agar proses detoks dan metabolisme berjalan dengan sangat baik.

3. Mengatasi Stres

Dari survey yang telah dilakukan, ditemukan hasil bahwa kegiatan fitnes di pusat kebugaran ternyata mampu menurunkan tingkat stres sampai 40 persen. Hal tersebut dikarenakan pada tempat fitnes, Anda akan bertemu dengan banyak orang yang memiliki hobi sama. Tentu saja, interaksi yang terjadi tersebut bisa mengatasi stres atau masalah yang mengganggu pikiran Anda.

4. Membakar Lemak

Untuk manfaat yang satu ini memang sudah terkenal dan terbukti. Ya, dengan rutin melakukan fitnes, lemak pada tubuh akan diluruhkan secara efektif. Maka tak heran, jika  begitu banyak orang yang sedang diet, melakukan aktivitas fitnes dengan alasan agar proses diet cepat mendapatkan hasil 

Jumat, 13 November 2020

Bagaimana Peran Kita Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Dihina?

Bagaimana Peran Kita Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Dihina?
Para ulama menjelaskan bahwa kita sebagai umat Islam memiliki peran yang berbeda-beda dalam menyikapi penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Peran dari orang yang berada di pemerintahan, yang menjadi ulama, atau yang menjadi masyarakat umum (rakyat biasa), dalam membela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bertingkat-tingkat sesuai dengan kemampuannya.

Ketika Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dihina dan dicaci, maka wajib bagi seluruh kaum muslimin untuk membela, menunjukkan ekspresi marah karena agama, serta tidak rida. Di satu sisi, kita juga perlu tetap tenang bersikap dan mengambil peran sesuai dengan wewenang kita yang diatur oleh syariat.

Syaikh Shalih bin ‘Abdillah Al-‘Ushaimi menjelaskan,

منازل نصرة المسلمين نبيَّهم ﷺ شرعًا درجاتٌ؛ فمنها ما هو لحكَّامهم، ومنها ما هو لعلمائهم، ومنها ما هو لعامَّتهم؛ وبيانها مذكورٌ في تصانيف الفقهاء وغيرهم، فعلى العبد أن يعرف ما عليه، ويجتنب الوقوع فيما يُخالف الشَّرع؛ لتقع نصرتُه موقعها، ويفوز بأجرٍ ولا يرجع بإثمٍ.
“Kedudukan kaum muslimin ketika membela Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam ada beberapa tingkatan secara syariat. Ada wewenang dari pemerintah/ulil amri, ada wewenang dari ulama, dan ada wewenang dari masyarakat awam (rakyat biasa). Penjelasannya ada dalam buku dan tulisan para ulama. Seorang muslim harus mengetahuinya dan menjauhi terjerumus dalam hal-hal yang menyelisihi syariat agar pembelaan tersebut sesuai dengan sasaran, mendapatkan pahala, dan tidak menjadi sebuah dosa.” [1]

Beberapa catatan yang perlu diperhatikan juga dalam masalah ini adalah:

Pertama, ketika ada yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentu kita sebagai muslim wajib menunjukkan sikap tidak rida dan marah karena agama. Akan tetapi, tentu kita perlu tetap bersikap tenang dan bertindak sesuai dengan wewenang kita yang telah diatur dalam syariat.

Kedua, terkait hukuman bagi penghina terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, telah kami tulis di artikel sebelumnya dengan kesimpulan: yang berhak menghukum penghina Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam adalah ulil amri. Jika dia ada di negara muslim, maka ulil amri yang memiliki wewenang menjatuhkan hukuman mati. Jika dia di negara kafir, boleh dibunuh atas izin ulil amri muslim atau ....




Kamis, 12 November 2020

Sejuta Beasiswa Santri Penghafal Qur'an


Image

Ada jutaan anak Indonesia tersandera dalam meraih impiannya. Faktor ekonomi misalnya, membuat mereka terpaksa harus mengubur keinginan dan cita-citanya. Padahal bisa jadi, merekalah calon pemimpin hebat di masa depan kelak.

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur'an melalui rumah-rumah tahfizh berikhtiar melahirkan jutaan penghafal Qur'an. Para santri tentunya memiliki banyak cita-cita. Dari sanalah kita harapkan akan lahir calon dokter, penegak hukum, pilot, jenderal dan sederet cita-cita lainnya yang hafal Al-Qur'an. 

Karenanya, kami mengajak Bapak/Ibu turut mendampingi para santri mewujudkan impiannya. Pada Jum’at yang istimewa dan penuh berkah ini, semoga sedekah Bapak/Ibu untuk para penghafal Qur’an menjadi pahala yang Allah lipatgandakan. Aamiin

UTAMAKAN GURU NGAJI


Guru ngaji, tetap ikhlas mendedikasikan waktunya untuk Islam dan Al-Qur’an walau tak digaji. Mereka tetap istiqomah mendawamkan ilmunya demi bisa membebaskan generasi muda dari buta huruf Al-Quran serta melahirkan generasi Rabbani.

Ibnu ’Abbas mengatakan, “orang –orang yang berilmu memiliki kedudukan 700 derajat di atas orang-orang mukmin.” Betapa sangat mulia kedudukan guru ngaji yang sampai detik ini tak henti berjuang untuk menegakkan agama Allah dan tak mengharapkan imbalan dari pengabdiannya itu.

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur’an sendiri, terus berupaya memberikan apresasi tertinggi untuk para guru ngaji. Khususnya, kepada para pejuang Qur’an yang telah melahirkan generasi penghafal Qur’an di rumah-rumah tahfidz dan pesantren tahfidz Daarul Qur’an di seluruh Indonesia.

Tentunya, menjamurnya para ahlul Qur’an di Nusantara dan seantero dunia itu tak lepas dari pengorbanan mereka dalam dakwah tahfidzul Qur’an. Pada Oktober 2020 ini, ada 549 guru ngaji yang istiqomah mengabdi di bawah naungan Laznas PPPA Daarul Qur’an. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya calon hafidz dan hafidzah baru.

Karenanya, kami mengajak seluruh masyarakat dan para donatur untuk senantiasa memuliakan guru ngaji dengan mendampingi derap langkah perjuangan mereka mendawamkan Islam dan Al-Qur’an melalui Sedekah Terbaik! Semoga pahala dari ilmu yang mereka syiarkan mengalir keberkahannya untuk kita semua, Aamiin Allahumma Aamiin.

Buktikan Cintamu dengan Belajar Sunnah dan Sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


Buktikan Cintamu dengan Belajar Sunnah dan Sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, salah satu cara terbaik untuk mencintai dan mewujudkan rasa cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mempelajari sunnahnya, mengamalkannya, dan mempelajari sirah sejarah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari lahir sampai dengan wafat.

Sungguh perlu kita renungkan, bisa jadi kita pernah membaca komik cerita tokoh tertentu sampai tamat, atau menonton serial Korea sampai selesai bahkan diulang-ulang. Lalu, pernahkah kita membaca atau mengikuti kajian sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai dengan tamat?

Begitu banyak lagu dan bait puisi yang kita hafal, sudahkah kita menghafal dan mempelajari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Apabila ditanya nama-nama pemain bola dan artis tertentu, bisa jadi kita hafal. Akan tetapi, ketika ditanya nama anak-anak dan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apakah kita menghafalkannya dan mengenal mereka?

Baca Juga: Gambaran Cinta Nabi Dahulu dan Sekarang

Apabila kita mengaku cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentu klaim itu butuh pembuktian, karena cinta itu butuh pembuktian. Apabila sekedar pengakuan cinta, maka semua orang bisa mengaku-ngaku, sebagaimana syair Arab yang terkenal,

وكل يدَّعي وصلاً بليلى …. وليلى لا تقر لهم بذاكا

“Semua orang mengaku punya hubungan dengan Laila … Namun Laila tak pernah mengiyakan hal itu.”

Salah satu cara membuktikan cinta kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mempelajari sirah perjalanan hidup beliau. Dalam sirah beliau terdapat pelajaran yang berharga, teladan dalam sabar, akhlak mulia, dan kokoh beragama. Para sahabat sangat memahami hal ini, sehingga mereka mengajarkan anak-anak mereka sirah Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam sebagaimana mengajarkan Al-Qur’an.

‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib (dikenal dengan nama Zainul ‘Abidin) berkata,

كنا نعلم مغازي النبي صلى الله عليه و سلم وسراياه كما نعلم السورة من القرآن

“Dahulu, kami diajarkan tentang (sejarah) peperangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Al-Qur’an diajarkan kepada kami.” (Al-Jaami’ li Akhlaaqir Raawi, 2: 195)

Cara membuktikan cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam juga dengan cara mempelajari sunnah dan hadits beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji orang yang mempelajari hadits beliau, menghafalnya, dan menyampaikan kepada manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

“Semoga Allah memberikan nudhrah (cahaya di wajah) kepada orang yang mendengarkan sabdaku, lalu ia memahaminya, menghafalnya, dan menyampaikannya. Berapa banyak orang yang membawa fikih kepada orang yang lebih fakih darinya. Ada tiga perkara yang tidak akan dengki hati seorang muslim dengannya: mengikhlaskan amal karena Allah, menasihati pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jamaah mereka karena doa mereka meliputi dari belakang mereka.” (HR. Tirmidzi)

Cinta kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam sekali lagi bukanlah sekedar pengakuan saja, tetapi pembuktian dengan sikap nyata. Semoga kita bisa mencintai Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam melebihi cinta kita kepada diri kita sendiri. Sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alahi wa sallam,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Seseorang tidaklah beriman (dengan sempurna) hingga aku lebih dicintainya dari anak dan orang tuanya serta manusia seluruhnya.” (HR. Muslim)




PEDULI JANDA

Dalam agama Islam, kita diajarkan bahwa jangan sampai kita mendapati di sekitar kita adanya janda atau orang miskin yang terlantar atau kelaparan, selama kita memiliki kemampuan membantunya. Di samping itu, membantu mereka mengandung nilai pahala yang sangat besar, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالمِسْكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوِ القَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ

“Orang yang bekerja agar bisa memberikan sebagian nafkah kepada janda, dan orang miskin, sebagaimana orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang tahajud di malam hari, puasa di siang hari.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menimbang hal tersebut, Peduli Muslim membuka program khusus penyaluran bantuan kepada para janda dan muslimah yang terlantar. Dikhususkan pada janda dan muslimah, karena untuk saudara muslim lain yang masuk kategori fakir miskin, sudah dalam jangkauan program tebar zakat mal.