Selasa, 22 Oktober 2019

kebakaran

ANTARA FOTO / RAISAN AL FARISI
Foto udara kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019). PT Pertamina masih melakukan investigasi terkait kebakaran pipa milik pertamina yang terkait dengan proyek Kereta Cepat Indonesia (KCIC) Jakarta-Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Satu orang tewas terbakar di dalam pipa kebakaran Pertamina di kilometer 130, Kampung Mancong, Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019).

"Diduga ada 1 operator alat berat itu," kata Kapolsek Cimahi Selatan Sutarman di lokasi kebakaran, Selasa (22/10/2019).

Baca juga: Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi Diduga karena Pengeboran Kereta Cepat

Menurut Sutarman, korban merupakan warga negara yang sedang bekerja di dekat pipa Pertamina yang terbakar di Cimahi.

Sutarman mengatakan, korban tewas dalam insiden pipa Pertamina yang terbakar di Cimahi, berperawakan seperti warga negara Cina.

Selasa, 13 Agustus 2019

Do'a mohon pelindung bagi sang bayi

Oleh : YD1JNI
Ustadz Yachya Yusliha

Parenting Islami (26): Doa Perlindungan untuk Sang Anak

Dianjurkan untuk sering mendoakan perlindungan untuk sang anak di waktu pagi dan sore, atau di waktu kapan pun, jika kita mampu.

Hal ini dengan berbagai macam doa perlindungan.

Misalnya dengan membaca al-mu’awwidzaat (surat Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlas), meludah di kedua tangan, kemudian diusapkan kepada sang anak, hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى نَفَثَ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، وَمَسَحَ عَنْهُ بِيَدِهِ

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau sakit, beliau meludah sedikit untuk dirinya sendiri dengan membaca tiga surat al-mu’awwidzaat (Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlas), beliau usapkan untuk seluruh badannya dengan tangannya.” (HR. Bukhari no. 4439 dan Muslim no. 2192)

Hal ini juga bisa dilakukan menjelang sang anak tidur. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ نَفَثَ فِي يَدَيْهِ، وَقَرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ، وَمَسَحَ بِهِمَا جَسَدَهُ

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau mengambil posisi di tempat tidur, beliau tiup di kedua tangannya, kemudian beliau membaca al-mu’wwidzaat kemudian beliau usap seluruh badannya dengan kedua tangannya.” (HR. Bukhari no. 6319)

Terdapat perbedaan ulama tentang cara mempraktikkan hadits ini, yaitu apakah meniup kedua tangan terlebih dahulu baru membaca al-mu’awwidzat atau sebaliknya (membaca al-mu’wwidzat terlebih dahulu lalu meniupkan ke kedua tangannya).

Yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat yang mengatakan bahwa praktiknya adalah membaca al-mu’awwidzat terlebih dahulu lalu meniupkan ke kedua tangannya.

Karena jika dilihat dari sisi makna, maksud dari tiupan adalah agar mendapatkan berkah dari bacaan al-mu’awwidzaat yang sudah dibaca sebelumnya.

Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Hajar rahimahullah, dan juga difatwakan oleh Lajnah Daimah di masa Syaikh ‘Abdul ‘Aziiz bin ‘Abdullah bin Baaz rahimahullah. 

Namun, tidak masalah (boleh) jika seseorang meniup kedua tangan terlebih dahulu baru kemudian membaca al-mu’wwidzat, sebagaimana pendapat Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam hal ini. Wallahu Ta’ala a’lam.

Demikian juga ada doa perlindungan yang lain yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam gunakan untuk mendoakan kedua cucunya, yaitu Hasan dan Husain.

Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الحَسَنَ وَالحُسَيْنَ، وَيَقُولُ: إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan doa perlindungan kepada Hasan dan Husain.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Sesungguhnya bapak kalian berdua (yaitu Nabi Ibrahim) biasa memberikan doa perlindungan kepada nakanya, Ismail dan Ishaq dengan berdoa, ‘Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semuagangguan setan, binatang yang mengganggu, dan pandangan mata yang jahat. (HR. Bukhari no. 3371)

Lebih baik kita ajarkan doa-doa seperti ini kepada anak-anak kita ketika mereka sudah mampu, sehingga mereka bisa berdoa untuk diri mereka sendiri.

Selain doa-doa di atas, hendaknya kita juga mengamalkan hadits ini agar anak-anak kita terhindar dari gangguan setan.

Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ، أَوْ أَمْسَيْتُمْ، فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَحُلُّوهُمْ، فَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

“Jika awal malam telah tiba (setelah matahari tenggelam), tahanlah anak-anak kecil kalian (di dalam rumah), karena ketika itu setan sedang berkeliaran. 

Jika telah berlalu sesaat di waktu malam (misalnya setelah isya’, pen.), lepaskanlah mereka (jika mereka mau bermain di luar rumah, maka dipersilakan, pen.).

(Di awal malam), tutuplah pintu-pintu rumah sambil menyebut nama Allah Ta’ala, karena setan tidak dapat membuka pintu yang digembok (dengan membaca bismillah, pen.); tutuplah tandon-tandor (ember) air kalian dan sebutlah nama Allah Ta’ala (ketika menutupnya, pen.); tutuplah wadah-wadah kalian (piring atau gelas) dan sebutlah nama Allah Ta’ala (ketika menutupnya, pen.), meskipun kalian tutup dengan tutup seadanya (yang tidak bisa menutup dengan sempurna, semacam lidi, sedotan, atau yang lainnya, pen.); dan matikanlah lampu-lampu kalian (yang memiliki potensi berbahaya kebakaran jika ditinggal tidur semacam lilin, obor, atau sejenisnya, pen.).

” (HR. Bukhari no. 5623 dan Muslim no. 2012)

yd1jni@gmail.com

Senin, 12 Agustus 2019

Kisah nabi Luth

Kisah Nabi Luth as dan laknat Allah SWT pada Kaum Sodom

Kisah Nabi Luth as.

  

Secara silsilah, Nabi Luth merupakan anak keponakan dari Nabi Ibrahim. Ayahnya bernama Haran bin Thareh dalah saudara kandung dari Ibrahim. Ayah nabi Luth kembar, yang satu bernama Nahor. Maka secara garis keturunan, adalah Luth bin Haran, bin Azara bin Nahor, bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh.


Dalam kisahnya, Nabi Luth diperintahkan oleh Allah untuk menetap di sebuah daerah bernama Sadum (Sodom) yang mana masih berada di kawasan Yordania. Nabi Luth menikah dengan seorang wanita bernama Wali'ah dan memiliki dua putri yang bernama Raitsa dan Zaghrata.

Perlu diketahui bahwa Kaum Sodom merupakan masyarakat yang indentik dengan kerusakan moral parah. Bahkan Akhlaknya pun sulit dibenahi. Mereka tidak memiliki agama, nilai kemanusiaan yang beradab, dan belas kasihan. Pencurian dan perampasan harta merupakan kejadian sehari-hari di mana yang kuat menjadi penguasa sedangkan yang lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan sewenang-wenang. Yang lebih parah lagi adalah mereka senantiasa melakukan maksiat, yakni berhubungan seks dengan lawan jenis. laki-laki dengan laki-laki alias homoseksual, begitu pun juga dengan perempuan dengan perempuan yang dikenal dengan lesbian.

Dan di sinilah dimulai dakwah nabi Luth yang melegenda itu.


1. Mengenalkan jalan kebenaran pada Kaum Sodom

Kisah Nabi Luth as.

Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan, menghindari bujukan iblis dan setan. Ia memberi peringatan kepada mereka bahwa Allah-lah yang telah menciptakan mereka dan alam sekitar mereka. Allah tidak meridhoi amal perbuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal perbuatan mereka.

Yang berbuat baik dan beramal saleh akan diberi pahala dan surga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan diberi balasan dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.

Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan keji mereka yaitu melakukan perbuatan homoseksual dan lesbian. Luth menyatakan perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung di dalam penciptaan manusia yang diciptakan menjadi dua jenis yaitu lelaki dan wanita. Juga kepada mereka di beri nasihat supaya menghormati hak milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perampokan serta pencurian yang selalu mereka lakukan di antara sesama mereka dan terutama kepada musafir yang datang ke Sadum.

Diterangkan bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, kerana perbuatan itu akan menimbulkan kekacauan dan ketidakamanan di dalam negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.

Namun Kaum Sodom tidak semudah itu dibalikkan pemikirannya. Mereka tetap melakukan semaun kegiatan maksiat dan kejahatan. Kemudian Nabi Luth memohon kepada Allah agar semua kaum Sodom diberi azab seberat-beratnya karena tidak mau mengikuti jalan yang benar dengan menyembah Allah SWT dan terus melakukan perbuatan keji.


2. Tamu-tamu misterius

Kisah Nabi Luth as

Doa Nabi Luth akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT. 

Pada suatu ketika, ada beberapa pemuda tampan mengetuk pintu rumah nabi Luth. Ketika dibuka pintu itu, Nabi Luth nyaris terperanjat melihat bagaimana ketampanan pemuda-pemuda yang datang ke rumahnya. Dia pun mempersilakan para tamu itu masuk untuk menjaganya dari masyarakat kaum Sodom yang tidak akan bisa tinggal diam melihat pemuda tampan seperti itu.

Nabi Luth berpesan kepada istrinya dan putrinya agar merahasiakan kedatangan tamu-tamu, jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.

Nabi Luth hanya pasrah dengan keikhlasan hati untuk menerima dan terus berpesan pada anak istrinya agar kedatangan tamu-tamu tampan di rumahnya tidak bocor ke kaum Sodom lain.


3. Istri yang durhaka

Kisah Nabi Luth as

Akan tetapi, kaum Sodom akhirnya mengetahui keberadaan tamu-tamu tampan nan rupawan dengan badan tinggi besar penuh otot itu. Ternyata yang membocorkan informasi keberadaan tamu-tamu tampan itu adalah istri dari nabi Luth sendiri. 

Ya, istri nabi Luth ternyata sepaham dengan kebanyakan wanita-wanita Sodom dan juga para lelakinya. Untuk memberikan apa saja informasi mengenai Nabi Luth yang menjadi musuh mereka. Itulah salah satu sebab mengapa dakwah Nabi Luth selalu gagal, karena istrinya kerap membocorkan informasi sebelum berdakwah.

Sebagai imbalannya, istri Nabi Luth diberi harta oleh beberapa Kaum Sodom atas informasi berharganya. Dia diberi seperti emas, perak dan bentuk kekayaan lainnya.


4. Azab Allah akhirnya datang


Azab Allah akhirnya datang

Kisah Nabi Luth as.

Terjadilah apa yang dikhawatirkan oleh Nabi Luth. Begitu tersiar dari mulut ke mulut berita kedatangan tamu-tamu remaja tampan di rumah Luth, datanglah mereka ke rumahnya untuk melihat para tamunya dan memuaskan nafsunya. Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan mengganggu tamu-tamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan.

Di dalam kondisi terkepung, Nabi Luth masih sempat memperingatkan mereka agar meninggalkan kebiasaan maksiat yang dilarang Allah SWT. Yang mana Allah telah menciptakan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi.

Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada istri-istri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan siksaan Allah. Namun semua itu gagal karena tidak ada yang mendengarkan Nabi Luth.

Kemudian Nabi Luth berkata kepada para tamunya yang sebenarnya adalah malaikat Allah SWT.

"Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam .Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri."

Kemudian melihat ketakutan Nabi Luth, pemuda-pemuda tampan itu berbicara pada Luth bahwa sebenarnya mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus untuk memberikan azab mengerikan bagi kaun Sodom. Nabi Luth pun tak menyangka Allah secepat itu memberikan jawaban atas doanya.

Kemudian para malaikat berkata bahwa inilah azab Allah. Kepada Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar untuk memberi kesempatan bagi orang-orang yang haus homoseks itu masuk. Namun malangnya ketika pintu dibuka dan para penyerbu menjejakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu. mereka mengusap-usap mata, tetapi ternyata sudah menjadi buta.

Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau balau berbenturan antara satu dengan lain berteriak-teriak seraya bertanya-tanya apa yang membuat mereka buta mendadak. Para tamu jelmaan malaikat berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan itu bersama keluarganya, karena waktunya telah tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota dan jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang.

5. Hukuman berat bagi mereka yang tak mau menyembah Allah SWT

Kisah Nabi Luth as.

Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang istri dan dua putrinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya.

Akan tetapi si istri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth berada di belakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri. 

Setelah rombongan Nabi Luth berhasil melewati batas Kota Sodom saat fajar, bumi tiba-tiba berguncang hebat. Kota Sodom diombang-ambing seperti lautan. Angin bertiup sangat kencang dari segala penjuru. Hujan lebat disertai petir, batu beterbangan dan sangat mengerikan. Orang-orang buta kaum Sodom yang tengah kebingungan langsung berlarian, ada yang tertimbun oleh reruntuhan. Dan salah satu di antara mereka adalah istri Nabi Luth. Dia termasuk dalam orang-orang yang munafik di hadapan Allah SWT.

yd1jni@gmail.com

Minggu, 11 Agustus 2019

Masjid Raya Bandung Bagikan Ribuan Daging Kurban Pakai Besek


Foto: Mukhlis Dinillah

Bandung - DKM Masjid Raya Bandung membagikan daging kurban kepada sekitar 5.000 mustahik. Sebagian daging kurban tersebut didistribusikan menggunakan besek berbahan bambu, sisanya masih menggunakan plastik.

Ribuan mustahik selepas Salat Ashar sudah mendatangi Masjid Raya Bandung. Mereka berbaris membentuk shaf salat menunggu giliran mendapatkan daging kurban yang disiapkan petugas.

Warga yang datang secara bergantian menuju pintu keluar. Di sana, petugas sudah menunggu dengan sekantong daging seberat 0,5 kilogram. Proses pembagian berlangsung dengan tertib


Ratusan petugas dari DKM, polisi dan TNI juga ikut mengawal proses pembagian daging kurban tersebut.

Masjid Raya Bandung Bagikan Ribuan Daging Kurban Pakai BesekFoto: Mukhlis Dinillah


Ketua panitia kurban Masjid Raya Bandung Asep Hilman mengatakan tahun ini ada 10 sapi dan 12 domba yang disembelih. Hewan kurban tersebut berasal dari pejabat, perusahaan hingga jemaah.

"Tahun lalu kita hanya sembilan 9, sekarang 10. Jadi awalnya estimasi 3.000 (mustahik), tapi ternyata tahun ini meningkat jadi 5.000 (mustahik), mudah-mudahan cukup," kata Asep kepada wartawan, Minggu (11/8/2019).

Ia menuturkan pembagian daging kurban tahun ini tidak menggunakan kupon. Pasalnya, sambung dia, pihaknya tidak bisa memastikan jumlah hewan yang disembelih setiap tahunnya.

"Karena tradisi kita tidak secara terbuka menginformasikan, menunggu yang kurban, baru bisa estimasi. Makanya tidak pakai kupon 5 tahun terakhir, karena penerima datang dari berbagai daerah," ungkap dia.

Perbedaan dari tahun lalu, pihaknya mulai menggunakan besek dalam pendistribusian daging kurban. Namun, tahun ini baru dilakukan untuk 2.000 penerima saja.

"Kita mengapresiasi imbauan pemerintah makanya pakai besek. Tapi tahun ini baru bisa 2.000 saja, sisanya masih pakai plastik," ujar Asep.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Kapoda Jabar Irjen Rudy Safriadi hingga Wali Kota Bandung Oded M Danial menitipkan hewan kurbannya di Masjid Raya Bandung. yd1jni@gmail.com


🙏 Amalan yang mau melahirkan

Ini Amalan Agar Dimudahkan dalam Persalinan


Penulis

 Ustadz Yachya Yusliha .
yd1jni@gmail.com

– Setiap pasangan suami dan istri pasti menginginkan kehadiran buah hati, sehingga mereka rela melakukan apa pun agar diberi momongan tepat pada waktunya. Usia Sembilan bulan kehamilan merupakan kondisi menegangkan sekaligus menggembirakan, karena sang ibu akan melahirkan dan melihat buah hati hadir ke muka bumi. Persalinan yang ditunggu-tunggu ini diharapkan berjalan lancar, sehingga ibu dan anak dapat selamat.


Imam Ibnul Qayyim dalam al-Thibb al-Nabawi menyebutkan amalan yang dilakukan Imam Ahmad bin Hanbal saat didatangi seorang suami yang istrinya agak sulit dalam proses persalinan. Imam Ahmad menuliskan tiga doa disebuah wadah yang bersih, dan beberapa doa tersebut diminum oleh wanita yang hendak melahirkan, lalu air doa itu dicipratkan ke perut wanita tersebut. Berikut tiga doa yang ditulis dalam wadah mangkuk:

Pertama:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ: كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا ساعَةً مِنْ نَهارٍ بَلاغٌ ، كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَها لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحاها

La ilaha illallah al-hakim al-karim, subhanallah rabbil ‘arsyil ‘azhim, alhamdulillahi rabbil ‘alamin, kaannahum yarauna ma yu‘adun, lam yalbatsu illa sa‘atan min nahar, balagh. Kaannahum yaraunaha lam yalbatsu illa ‘asyiyyatan au dhuhaha

Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat Yang Maha Bijaksana dan Dermawan, maha suci Allah Tuhan Arasy yang besar, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. 

Kedua:

يَا خَالِقَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخَلِّصَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخْرِجَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، خَلِّصْهَا.

Baca Juga :  Doa saat Istri Melahirkan

Ya khaliqan nafsi minan nafsi, waya mukhlishan nafsi minan nafsi, way a mukhrijan nafsi minan nafsi, khallisha.

Wahai Zat yang menjadikan jiwa dari jiwa yang lain, yang menyelamatkan jiwa dari jiwa yang lain, yang mengeluarkan jiwa dari jiwa yang lain. Selamatkanlah jabang bayi ini.

Ketiga:

إِذَا السَّماءُ انْشَقَّتْ وَأَذِنَتْ لِرَبِّها وَحُقَّتْ، وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ وَأَلْقَتْ ما فِيها وَتَخَلَّتْ

Idzas samaun syaqqat wa adzinat li rabbiha wa huqqat wa idzal ardhu muddat wa alqat ma fiha wa takhallat.

Apabila langit terbelahdan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuhdan apabila bumi diratakandan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong

Amalan ini boleh dilakukan langsung oleh suami, orangtua, ataupun mertua. Namun bila memungkinkan, suami yang melakukan ritual ini tentu lebih baik. Selain itu, ikhtiar dengan tindakan medis sesuai saran dokter juga perlu dilakukan.

Sebelum Disembelih Sapi Masuk Bengkel hingga Nyungseb ke Sungai di Bandung

yd1jni@gmail.com

Foto: Istimewa


 - Beragam insiden hewan kurban saat akan penyembelihan terjadi di Bandung. Dari mulai sapi masuk bengkel, hingga sapi geruduk pagar rumah warga lalu nyungseb ke sungai.

Sapi masuk bengkel terjadi di Kampung Baraja RT 01 RW 15, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Minggu (11/8/2019).

"Sapi masuk bengkel, terperangkap di dapur," kata Ivan via pesan singkat.

Dalam tayangan video berdurasi 25 detik yang dilihat, setelah berhasil dikeluarkan dari bengkel sapi itu malah terperosok ke lahan pesawahan yang kering. Kejadian itu mengegerkan warga dan sapi tersebut langsung dievakuasi untuk disembelih.

"Sapi udah disembelih, sapinya (yang akan dikurbankan) ada dua, yang ngamuk sapi yang coklat, kalau yang hitam tenang," ujarnya.

Baca juga: Lalai Saat Turunkan Hewan Kurban, Ridho Ditahan

Selain itu, ada juga sapi yang terperosok ke lubang penyembelihan di Komplek Binakarya, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi. 

Tak hanya di Kabupaten Bandung, kejadian serupa juga terjadi di Kota Bandung di mana sapi warga Kecamatan Ujungberung, yang mau disembelih berontak dan merusak pagar warga lalu nyungseb ke sungai. Sapi tersebut terperosok ke aliran sungai sekitar Pukul 10.00 WIB dan berhasil dievakuasi sekitar Pukul 13.00 WIB.

Warga Blitar Balik ke Zaman Dulu, Ikat Daging Kurban Pakai Tali Bambu

Warga Blitar Balik ke Zaman Dulu, Ikat Daging Kurban Pakai Tali Bambu 

yd1jni@gmail.com

Warga yang mengemas daging kurban dengan tali bambu/Foto: Istimewa

Blitar - Kearifan lokal tak lekang oleh zaman. Adanya larangan menggunakan plastik untuk pembagian daging kurban, membuat warga Dusun Munggalan, Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, ingat tradisi nenek moyang. Mereka memanfaatkan bambu untuk mengemas daging kurban.

Pemanfaatan bambu bukan dalam bentuk besek. Bambu dibelah tipis-tipis memanjang, lalu dipelintir menyerupai tali. Potongan daging kurban kemudian ditusuk ujung tali, ditarik ke bawah lalu diikat kedua ujung tali bambunya.

Ternyata, cara mengikat daging kurban dengan tali bambu sudah dilakukan warga setempat sejak zaman dulu kala. Yakni saat peradaban belum bergeser pada zaman serba plastik.

Baca juga: Daun Jati Bisa Bikin Bau Daging Kurban Lebih Sedap?

"Saya dengar ada larangan pakai plastik, jadi ingat dulu waktu masih kecil nenek saya mengajarkan itu. Saya juga sering melihat, kalau musala dekat rumah saya selalu mengikat daging kurban pakai tali bambu. Sekarang ya kami pakai lagi cara itu," tutur Ketua RT 04 Mohammad Jaini pada detikcom, Minggu (11/8/2019).

Menurut Jaini, ia baru mengetahui larangan itu tadi malam. Sehingga tidak sempat berpikir panjang untuk menyiapkan besek atau daun pisang. Selain itu, kedua benda tersebut harganya naik sejak banyak pesanan menjelang pembagian daging kurban.

Baca juga: Sapi Terobos Barisan Salat Id di Depok Tidak Stres, Nurut Saat Disembelih

"Besek mahal, susah dicari karena banyak dipesan kantor-kantor dan dikirim ke kota besar. Daun juga begitu. Lagipula, kami butuhnya juga nggak banyak," imbuhnya.

Penyembelihan kurban dilaksanakan di musala sebelah timur rumah Jaini. Mushola kecil di dusun itu pagi tadi menyembelih dua ekor kambing. Karena di dusun Munggalan ada dua musala, sehingga hewan kurban dibagi menjadi di dua lokasi yang berbeda.

"Alhamdulillah, dua ekor kambing dagingnya merata kami bagi ke sebanyak 77 warga. Semoga semua bisa merayakan dengan senang," pungkasnya.